Kami dari langitselatan, mengucapkan Selamat Idul Fitri 1435 H. Minal 'Aidin wal-Faizin.
Arkeolog Alam Semesta Reviewed by Momizat on . Astronom dan arkeolog (seperti di Indiana Jones) memiliki banyak kemiripan, karena keduanya mencari petunjuk untuk memahami kejadian di masa lalu. Kalau para ar Astronom dan arkeolog (seperti di Indiana Jones) memiliki banyak kemiripan, karena keduanya mencari petunjuk untuk memahami kejadian di masa lalu. Kalau para ar Rating:

Arkeolog Alam Semesta



Astronom dan arkeolog (seperti di Indiana Jones) memiliki banyak kemiripan, karena keduanya mencari petunjuk untuk memahami kejadian di masa lalu. Kalau para arkeolog harus menggali jauh ke dalam Bumi untuk menemukan fosil dan reruntuhan, semua astronom justru mengarahkan pandangan ke langit malam. Ketika kita melihat obyek di langit malam, sebenarnya kita sedang melihat mereka ketika cahaya yang mereka pancarkan memulai perjalanannya melintasi alam semesta menuju kita!

Artinya, setiap apa yang kita lihat di alam semesta mengungkapkan potongan sejarah alam semesta. Lihatlah foto terbaru ini sebagai contoh. Foto ini mengungkap keadaan setelah terjadinya tabrakan dua kelompok galaksi, yang disebut sebagai gugus galaksi.  Setelah terjadinya tabrakan, gugus galaksi bergabung membentuk gugus Bola Musket (bola dari timah hitam -red). Dalam foto, para astronom memberi warna beberapa bagi menjadi biru dan merah muda untuk menunjukkan lokasi materi dengan tipe berbeda yang mereka temukan.

Tabrakan dua galaksi yang membentuk Gugus Bola Musket. Kredit: X-ray: NASA/CXC/UCDavis/W.Dawson et al; Optical: NASA/STScI/UCDavis/W.Dawson et al.

Ini bukan kali pertama para astronom melihat tabrakan gugus galaksi. Akan tetapi, biasanya tabrakan yang dilihat hanya menunjukan gambaran setelah tabrakan sekitar 200 juta tahun setelah tabrakan itu terjadi. Tapi dalam foto terbaru Gugus Bola Musket, gambaran yang diberikan mencapai 700 juta tahun setelah terjadinya tabrakan.

Dari tabrakan yang dilihat, para astronom menemukan petunjuk penting terkait efek jangka panjang dari tabrakan yang sedemikian besar. Sebagai contoh, astronom masih tidak tahu apakah tabrakan gugus galaksi akan membantu atau justru mencegah terbentuknya bintang baru, atau apakah tabrakan gugus galaksi hanya memberikan efek yang kecil.

Fakta menarik : Fosil tertua yang ditemukan di Bumi berusia 3,4 milyar tahun. Tapi cahaya dari Gugus Bola Musket butuh 5,1 milyar tahun untuk mencapai kita!

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Profil Penulis

Astronom Komunikator / Project Manager

astronom komunikator dan pengelola langitselatan yang lahir dan dibesarkan di Ambon. Menggemari sistem keplanetan sebagai kajian utama saat kuliah di Astronomi ITB dan akhirnya sadar ia lebih menyukai dunia komunikasi astronomi lewat media baru di dunia maya. Punya sampingan sebagai Project Manager 365 Days of Astronomy yang memperkenalkan astronomi lewat podcast & Editor Pelaksana di Majalah Astronomi. Jalan-jalan, nongkrong dan makan merupakan kegemarannya selain bermain game dan menulis cerita abstrak plus aktif di Astronomer Without Border, Galileo Teacher Training Project, Universe Awareness dan Global Hands on Universe.

Tulisan di LS : 733

Tulis komentar dan diskusi...


1 Komentar di artikel ini

  • Pedro

    Kok ya bisa? dari bebatuan warna kuning yg dikatakan para arkeolog itu adalah fosil bakteri tertua yg pernah ditemukan di bumi dgn umur perkiraan lebih dari 3.4 Milyar thn (Era Paleoarkean). lho kok gak nyambung sama artikelnya???? :P
    dari foto kok tidak seperti tubruk’kan/tabrak’kan/merger antar galaksi yg pernah diambil oleh hubble lainny? yg terlihat jelas pusat galaksinya ataupun lengan galaksi yg terkoyak dsb.

    Reply

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top