Batu yang Bertebaran di Angkasa Reviewed by Momizat on . Saat Tata Surya terbentuk, ada banyak sekali potongan yang tersisa yang kemudian kita kenal sebagai asteroid dan komet. [caption id="attachment_10007" align="al Saat Tata Surya terbentuk, ada banyak sekali potongan yang tersisa yang kemudian kita kenal sebagai asteroid dan komet. [caption id="attachment_10007" align="al Rating:

Batu yang Bertebaran di Angkasa

Saat Tata Surya terbentuk, ada banyak sekali potongan yang tersisa yang kemudian kita kenal sebagai asteroid dan komet.

Batuan di angkasa. Kredit :NASA/CXC/M.Weiss

Asteroid merupakan gumpalan batuan yang sebagian besarnya berada di area yang disebut sebagai Sabuk Asteroid. Sabuk ini berada di antara planet Mars dan Jupiter. Sedangkan komet, merupakan gumpalan es, batuan dan debu yang kadang disebut juga “bola salju kotor”. Sebagian besar komet berada di area terluar Tata Surya, yang berada jauh dari Matahari. Letaknya juga lebih jauh dari planet Uranus dan Neptunus di wilayah yang disebut Awan Oort.

Akan tetapi, tidak semua asteroid dan komet perilakunya baik dan tetap tinggal di areanya. Kadang, komet juga berkunjung ke bagian dalam Tata Surya. Komet akan tampak menarik untuk diamati saat mereka mendekati Bumi. Pada saat itu, sebagian esnya akan menguap karena terkena panas Matahari, sehingga menciptakan ekor nan indah saat ia melintasi langit malam.

Asteroid juga sesekali melintas dan berpapasan dengan Bumi. Potongan kecil asteroid yang memasuki atmosfer Bumi kita kenal dengan nama meteorit. Ketika mereka melintas melalui atmosfer, meteorit akan terbakar sehingga tampak bersinar di malam hari dan disebut sebagai bintang jatuh. Astronom memperkirakan hal yang sama juga terjadi pada asteroid yang berada di area pusat galaksi Bima Sakti.

Di pusat sebagian besar galaksi, ada obyek yang dikenal dengan nama lubang hitam super masif. Apapun yang dekat dengan lubang hitam supermasif akan ditarik dengan kekuatan yang sangat kuat sehingga tidak bisa lepas. Bahkan cahaya pun tak bisa lepas.

Lubang hitam supermasif yang ada di pusat galaksi Bima Sakti dikenal dengan nama Sagittarius A*. Selama beberapa tahun, astronom sudah menyadari keberadaan flare sinar-X misterius yang datang dari Sagittarius A*. Saat ini para astronom memperkirakan kalau cahaya flare tersebut terjadi karena Sagittarius A* melahap asteroid, seperti halnya lintasan cepat cahaya yag kita lihat di langit malam saat meteorit terbakar.

Jika teori ini benar, maka tentu ada ratusan bahkan triliunan asteroid dan komet di sekitar Sagittarius A*!

Fakta menarik : Tidak hanya lubang hitam super masif saja yang harus diwaspadai asteroid dan komet. Setiap 3 hari sekali, ada saja komet yang hancur saat terbang melintas atmosfer Matahari yang panas!

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Profil Penulis

Astronom Komunikator / Project Manager

astronom komunikator dan pengelola langitselatan yang lahir dan dibesarkan di Ambon. Menggemari sistem keplanetan sebagai kajian utama saat kuliah di Astronomi ITB dan akhirnya sadar ia lebih menyukai dunia komunikasi astronomi lewat media baru di dunia maya. Punya sampingan sebagai Project Manager 365 Days of Astronomy yang memperkenalkan astronomi lewat podcast & Editor Pelaksana di Majalah Astronomi. Jalan-jalan, nongkrong dan makan merupakan kegemarannya selain bermain game dan menulis cerita abstrak plus aktif di Astronomer Without Border, Galileo Teacher Training Project, Universe Awareness dan Global Hands on Universe.

Tulisan di LS : 746

Tulis komentar dan diskusi...


1 Komentar di artikel ini

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top