<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mata Langit Baru di Bumi Serambi Mekah</title>
	<atom:link href="http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/</link>
	<description>media astronomi indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 03:54:06 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Hakim L. Malasan</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4628</link>
		<dc:creator>Hakim L. Malasan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 08:04:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4628</guid>
		<description>Saya tidak mengikuti bagaimana progresnya, tapi salah satu inisiasi adalah melalui pembentukan jaringan olimpiade astronomi 2005 y.l. melibatkan UNP, UNMalang, UPI, UNY yang diharapkan bisa mengembangkan kelompok keahlian (minimal) atau bahkan jurusan Astronomi. Para ketua jurusannya/dosen seniornya pernah kumpul untuk bicarakan hal itu...tapi karena mereka semua perguruan tinggi negeri (waktu itu), mungkin lamban ya. Jaringan olimpiade itu semata-mata stimulus agar terbentuk kelompok peminatan/keahlian astronomi dan bisa berperan di daerah masing-masing. Begitu Edwards.. nah anda kan dekat dengan UNP, coba bertandang ke Jurusan Fisika (Ibu Syakhbaniah, mantan Ketua Jurusan), iseng2 tanya statusnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak mengikuti bagaimana progresnya, tapi salah satu inisiasi adalah melalui pembentukan jaringan olimpiade astronomi 2005 y.l. melibatkan UNP, UNMalang, UPI, UNY yang diharapkan bisa mengembangkan kelompok keahlian (minimal) atau bahkan jurusan Astronomi. Para ketua jurusannya/dosen seniornya pernah kumpul untuk bicarakan hal itu&#8230;tapi karena mereka semua perguruan tinggi negeri (waktu itu), mungkin lamban ya. Jaringan olimpiade itu semata-mata stimulus agar terbentuk kelompok peminatan/keahlian astronomi dan bisa berperan di daerah masing-masing. Begitu Edwards.. nah anda kan dekat dengan UNP, coba bertandang ke Jurusan Fisika (Ibu Syakhbaniah, mantan Ketua Jurusan), iseng2 tanya statusnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edwards</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4619</link>
		<dc:creator>edwards</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 05:44:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4619</guid>
		<description>Selamat buat Aceh dan Astronomi Indonesia pada umumnya.

Selain site untuk observasi, saya rasa pendidikan astronominya sendiri juga perlu ekspansi. Maksud saya, barangkali diperlukan pembukaan jurusan astronomi di universitas-universitas lain selain ITB. Atau setidaknya, jurusan Fisika di beberapa universitas di seluruh Indonesia juga mengembangkan bidang astronomi. Apakah sudah ada langkah-langkah kesana, Pak Hakim?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat buat Aceh dan Astronomi Indonesia pada umumnya.</p>
<p>Selain site untuk observasi, saya rasa pendidikan astronominya sendiri juga perlu ekspansi. Maksud saya, barangkali diperlukan pembukaan jurusan astronomi di universitas-universitas lain selain ITB. Atau setidaknya, jurusan Fisika di beberapa universitas di seluruh Indonesia juga mengembangkan bidang astronomi. Apakah sudah ada langkah-langkah kesana, Pak Hakim?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ivie</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4536</link>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 13:39:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4536</guid>
		<description>btw.... di biak katanya mo dibikin tuh. katanya LAPAN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>btw&#8230;. di biak katanya mo dibikin tuh. katanya LAPAN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alfan</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4530</link>
		<dc:creator>alfan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 04:41:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4530</guid>
		<description>asiiikkk, ternyata ada fasilitas baru ya di aceh?
baru tau.. sepertinya akan lebih bagus kalau sepanjang indonesia ada observatoriumnya. kebetulan indonesia kan memanjang di katulstiwa dengan tiga zona waktu. jadi mungkin satu di Aceh, satu di Lembang-Jabar, satu lagi di zona tengah, trus satu di zona timur misal di Irian Jaya.

Trus pas hilal ngamat bareng dengan hasil data ilmiah, sehingga bisa diacu oleh pemerintah dalam menetapkan hari raya. wooooowww... hari raya semakin kompak lah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asiiikkk, ternyata ada fasilitas baru ya di aceh?<br />
baru tau.. sepertinya akan lebih bagus kalau sepanjang indonesia ada observatoriumnya. kebetulan indonesia kan memanjang di katulstiwa dengan tiga zona waktu. jadi mungkin satu di Aceh, satu di Lembang-Jabar, satu lagi di zona tengah, trus satu di zona timur misal di Irian Jaya.</p>
<p>Trus pas hilal ngamat bareng dengan hasil data ilmiah, sehingga bisa diacu oleh pemerintah dalam menetapkan hari raya. wooooowww&#8230; hari raya semakin kompak lah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hakim L. Malasan</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4475</link>
		<dc:creator>Hakim L. Malasan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 01:05:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4475</guid>
		<description>Ya, betul. Kunci kemajuan astronomi adalah dengan didistribusikannya fasilitas observatorium agar tidak terpusat hanya di Lembang saja. Masa kita yang punya 3 zone waktu hanya punya satu observatorium (dan tidaklah besar) di Jawa Barat. Dalam proyek observatorium di Lhoknga, ada jejak rekam yang panjang sebelumnya, karena awalnya sudah ada pos pengamatan hilal namun diterjang tsunami, jadi ini adalah revitalisasi observatorium plus pengadaan instrumen pengamatan modern. 

Apa tempat ideal pengamatan? Tergantung misinya...kalau proper untuk riset maka kriterianya amat ketat, al. stabilitas geologis, transparansi angkasa yang tinggi, turbiditas angkasa yang kecil, remote area (musuh observatoriumkan polusi cahaya oleh manusia), tapi akses dan sarana telekomunikasi dan listrik baik. Lazimnya ada site survey dulu. 

Di Indonesia lokasi seperti Lombok, Timor, utara Danau Toba, Bonjol sudah pernah disurvei. Referensi ini sebagian bisa ditemui di perpustakaan Observatorium Bosscha. Ketidakstabilan geologis bisa diatasi dengan teknik konstruksi yang khas: Fondasi teleskop terpisah dari fondasi gedung pengamatan (dome/sliding roof). Di Jepang thn 2004 saya pernah observasi dalam kondisi gedung bergetar oleh gempa skala 6.5 RS selama 5-10 menit! (gempa Nigata) Hebatnya bintang masih di pusat medan pandang, artinya tracking teleskop tidak terganggu. Luar biasa... 

Namun utk misi pendidikan maka kriteria situs jadi lebih longgar. Nah yang di Lhoknga ini tidak terlalu ambisius karena fungsinya yang luas... Sewaktu observasi pengujian saja ada gempa, tapi fondasi teleskop dan teleskopnya untung tidak bergeser..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, betul. Kunci kemajuan astronomi adalah dengan didistribusikannya fasilitas observatorium agar tidak terpusat hanya di Lembang saja. Masa kita yang punya 3 zone waktu hanya punya satu observatorium (dan tidaklah besar) di Jawa Barat. Dalam proyek observatorium di Lhoknga, ada jejak rekam yang panjang sebelumnya, karena awalnya sudah ada pos pengamatan hilal namun diterjang tsunami, jadi ini adalah revitalisasi observatorium plus pengadaan instrumen pengamatan modern. </p>
<p>Apa tempat ideal pengamatan? Tergantung misinya&#8230;kalau proper untuk riset maka kriterianya amat ketat, al. stabilitas geologis, transparansi angkasa yang tinggi, turbiditas angkasa yang kecil, remote area (musuh observatoriumkan polusi cahaya oleh manusia), tapi akses dan sarana telekomunikasi dan listrik baik. Lazimnya ada site survey dulu. </p>
<p>Di Indonesia lokasi seperti Lombok, Timor, utara Danau Toba, Bonjol sudah pernah disurvei. Referensi ini sebagian bisa ditemui di perpustakaan Observatorium Bosscha. Ketidakstabilan geologis bisa diatasi dengan teknik konstruksi yang khas: Fondasi teleskop terpisah dari fondasi gedung pengamatan (dome/sliding roof). Di Jepang thn 2004 saya pernah observasi dalam kondisi gedung bergetar oleh gempa skala 6.5 RS selama 5-10 menit! (gempa Nigata) Hebatnya bintang masih di pusat medan pandang, artinya tracking teleskop tidak terganggu. Luar biasa&#8230; </p>
<p>Namun utk misi pendidikan maka kriteria situs jadi lebih longgar. Nah yang di Lhoknga ini tidak terlalu ambisius karena fungsinya yang luas&#8230; Sewaktu observasi pengujian saja ada gempa, tapi fondasi teleskop dan teleskopnya untung tidak bergeser..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prahesti</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4468</link>
		<dc:creator>prahesti</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 11:22:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4468</guid>
		<description>nah,ini nih yg bikin maju astronomi di indonesia.gmana mw maju klo fasilitasnya terbatas.sbnrnya sdm qta sdh bnyk yg bagus tp kurang fasilitas jd bikin terhambat.
smoga dgn adanya observatorium hilal yg baru, ga ada perbedaan lg dlm menentukan idul fitri.skali2 donk qta kompak!!!
hidup astronomi!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nah,ini nih yg bikin maju astronomi di indonesia.gmana mw maju klo fasilitasnya terbatas.sbnrnya sdm qta sdh bnyk yg bagus tp kurang fasilitas jd bikin terhambat.<br />
smoga dgn adanya observatorium hilal yg baru, ga ada perbedaan lg dlm menentukan idul fitri.skali2 donk qta kompak!!!<br />
hidup astronomi!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: frank</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4463</link>
		<dc:creator>frank</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 01:59:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4463</guid>
		<description>sebetulnya, bagaimana sih menentukan sebuah tempat itu ideal untuk dibuat sebuah observatorium astronomi? Saya penasaran sekali, misalnya dengan karakteristik tempat yang digunakan, metode2 proses penentuan tempat tsb (data apa saja yang digunakan), dll. Karena tidak mungkin semua tempat itu ideal kan untuk digunakan sbg observatorium. Misalnya, Indonesia, dgn karakteristik aktifitas geologinya yang tinggi. Apakah semua daerah di Indonesia baik digunakan sbg tempat peneropongan bintang? Apa rekan2 dari langitselatan sudah memiliki tulisan ttg ini? Saya tidak tahu yang mana.Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebetulnya, bagaimana sih menentukan sebuah tempat itu ideal untuk dibuat sebuah observatorium astronomi? Saya penasaran sekali, misalnya dengan karakteristik tempat yang digunakan, metode2 proses penentuan tempat tsb (data apa saja yang digunakan), dll. Karena tidak mungkin semua tempat itu ideal kan untuk digunakan sbg observatorium. Misalnya, Indonesia, dgn karakteristik aktifitas geologinya yang tinggi. Apakah semua daerah di Indonesia baik digunakan sbg tempat peneropongan bintang? Apa rekan2 dari langitselatan sudah memiliki tulisan ttg ini? Saya tidak tahu yang mana.Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ega</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4454</link>
		<dc:creator>ega</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 14:19:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4454</guid>
		<description>keren yah moga bermanfaat bt ummat ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keren yah moga bermanfaat bt ummat &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RigeL</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/12/27/mata-langit-baru-di-bumi-serambi-mekah/comment-page-1/#comment-4431</link>
		<dc:creator>RigeL</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 09:16:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1018#comment-4431</guid>
		<description>akhirnya.. yang di tunggu2 dateng juga..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya.. yang di tunggu2 dateng juga..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
