Menikmati Langit Selatan dari Internet
By ivie • Jul 6th, 2008 at 10:34 pm • Category: News, Observasi
Briefing tim GAO-ITB RTS sebelum acara. Kredit : langitselatan

Pegarahan singkat dari Dr. Hakim L. Malasan pada pengunjung di Bosscha. Kredit : Langitselatan

Tiga penari yang akan mempersembahkan dua buah tarian sunda sedang berpose (kiri) dan tari topeng yang sedang dibawakan pada publik Jepang dan Indonesia (kanan). Kredit : langitselatan
Malam harinya, saat Matahari sudah tak lagi tampak dan langit mulai gelap, pengamatan secara remote pun dimulai, setelah mendapat sepatah dua patah kata sambutan dari Kepala Observatorium bosscha, Dr. Taufiq Hidayat. Acara kali ini memang merupakan pelayanan yang diberikan oleh Observatorium Bosscha pada publik di Jepang. Acaranya sendiri dimulai dengan pengamatan medan luas untuk konstelasi yang ada di langit selatan antara lain, Crux dan Scorpio.

Tampak di layar publik Jepang yang sedang menikmati pengamatan dari Bosscha, dan inset pada layar menunjukan video yang disiarkan dari ndonesia. Pada layar televisi tampak Crux yang diamati dari Bosscha dan kemudian di streaming ke Jepang. Kredit : langitselatan
Pengamatan tersebut ditampilkan lewat video dan distreaming ke Jepang melalui internet. Selain menampilkan penampakan konsetelasi tersebut ke publik di Jepang, Dr. Hakim L. Malasan juga memberikan kuliah umum kepada publik Jepang mengenai setiap objek yang sedang mereka lihat di layar monitor.

Omega Centauri, globular cluster yang tampak di rasi Centaurus. Kredit : langitselatan
Acara serupa, saat publik Indonesia bisa melakukan pengamatan secara remote untuk menikmati indahnya langit belahan utara di Jepang, baru akan dilakukan pada bulan Januari atau Februari. Hal ini disebabkan karena pada periode waktu tersebut, langit di negeri Sakura baik untuk pengamatan, sama seperti pada periode Juni - Juli di Indonesia, ketika langitnya baik untuk melakukan pengamatan.
Malam itu langit Bosscha sangat cerah, taburan bintang terlihat jelas, seakan tersenyum mendukung keberlangsungan acara antardua negara tersebut. Menurut Dr. Hakim. L. Malasan, kerja sama Jepang dan Indonesia atau antara Observatorium Bosscha dan Observatorium Gunma sudah berjalan selama empat tahun dan akan terus berlanjut di masa mendatang. Selain untuk riset antardua negara, kerja sama dalam bentuk GAO-ITB RTS tersebut ditujukan juga untuk edukasi publik mengenai langit, khususnya perbedaan antara langit kedua negara tersebut dan juga objek-objek yang bisa mereka lihat.
Kendala yang dialami dari Indonesia justru terlihat pada koneksi internet yang menampilkan video terpatah-patah saat di-streaming via internet. Namun, secara keseluruhan, acara ini berhasil dilaksanakan dengan baik dan memberi kesan yang sangat baik pula kepada publik di Jepang maupun mereka yang menikmati pengamatannya secara langsung di Observatorium Bosscha.
ivie Astronom komunikator yang aktif menulis di langitselatan.com. Tahun 2005, bersama beberapa alumni astronomi membuat majalah Centaurus. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet. Saat ini ia sedang melakukan riset dinamika sistem planet dan mengelola langitselatan.
Email this author | All posts by ivie









hal positif, ada semacam tukar budaya dan studi macam ini dg Jepang. tapi kayaknya teleconference ini kurang publikasi, baik itu sebelum maupun setelah acara. gw taunya juga dari temen, hehehe. dan sangat disayangkan streamingnya ngelag. infrastruktur indonesia masih belum serapi negara asia lainnya. kapan ya internet jadi murah?
[...] 2008, jam 15.30 sore (lengkap kan?) saya berangkat menuju Observatorium Bosscha. Hari itu ada acara remote observation dari Jepang ke Indonesia menggunakan teleskop GAO-ITB RTS. Acaranya sendiri berupa kuliah umum dari [...]
kere…..keren…..!!! wah pengen liat secara langsung…
Inovatif ! ( gak tau lagi mau ngomong apa…. )
Sayang, negara ini tidak serius mengelola aktivitas positif seperti ini. Vote Vivi for Walikota Bandung !!! Hahahaha……
great! bagus banget acara kmarin..
walopun mesti kedinginan gara2 angin di boscha..
brrrr… tapi bagus lah…
sempet ada yg nransletin omongannya pak hakim..
jadinya rada2 ngerti apa yg di omongin pak hakim ke obser gunma kmarin..
hehehe..
gak sabar nunggu bulan januari..
masih lama..
wuah … nyesel gue ga ikut dengerin transletannya. yang gue ngerti cuma kentaurus ama cruxnya … hahaha…. tapi secara keseluruhan alur sih paham apa yang sedang terjadi.
Terima kasih atas kesan dan komentar positif terhadap usaha awal pengembangan remote observatory ini. Melengkapi reportase Vivie, dapat saya tambahkan bahwa dalam acara tersebut, publik yang ada di Gunma lah yang menggerakkan teleskop ke obyek yang ingin mereka lihat (jadi bukan operator di Observatorium Bosscha lho!), nah kami hanya menggeser sedikit obyek tersebut dengan ‘handset’ agar mereka bisa melihat bentuk obyek langit tersebut. Disamping omega Centauri ada juga jewel box (NGC 4755) dan Alpha Centauri (bintang ganda). Juga sedikit menambahkan: Kerjasama ITB dan GAO itu mulai tahun 2002, dan diperpanjang 2007 yang lalu.
Ok, kita tunggu Januari 2009 ketika GAO menservice kita. Stay tune again …
hahaha.. sama2.. cuma ngerti pak hakim ngomong ” Omega Centauri ” hahahahha…
selebihnya kagak tau.. beruntung kmaren langit di boscha cerah banget… baru pertama kali ngliat milky way.. huh.. kak rony sempet ngliat meteor gtu… sayang aku gak liat..
si rony pas malam dimana yak.. kok gue ga liat dia lagi sepanjang malam?? btw ada pak Hakim tuh ndra.. hehehehe….
si rony pas malem ada di wisma kinder.. hahaha.. gue kan nginep disana..
hunting langit malem disana.. ampe jam 2 pagi..
iya2.. ada pak hakim..
wew..
serem jg..
hahaha…
Halo semua, Di Jepang ada beritanya juga, tapi pakai Nihongo. Silakan lihat di http://www.astron.pref.gunma.jp/events/080705southern2.html
wah terimakasih Pak. linknya. Menarik gambar2nya walau saya ga ngerti isinya…
mba ivie. artikel ini boleh saya taro di blog FOSCA ga?
Boleh, silahkan dipakai.
makasih ya mba..
ni blognya : kir-fosca.blogspot.com
[...] sudah memulai kerjasama itu adalah Indonesia dengan jaringan GAO - ITB RTS yang menjalankan program remote service observation antara Indonesia dan [...]
wewh… jadi pengen lagi deh… waktu yang tanggal 5 juli itu keren buanget
pokoknya blog ini top bin top bin top bin keren bin cool bin spektakuler!