Piringan Pasir di Bintang Muda, Awal Pembentukan Bumi?
By ivie • Mar 16th, 2008 at 12:00 pm • Category: Bintang, Tata Surya
Cone Nebula. Kredit Gambar : R Jay GaBany
Sebuah penemuan kembali dilaporkan oleh para peneliti di Rice University terkait pembentukan planet serupa Bumi ini. Setitik cahaya baru yakni ditemukannya bukti pertama keberadaan partikel pasir yang mengorbit Tata Surya yang baru lahir pada jarak yang sama dengan jarak Bumi dari Matahari. Tapi memang penemuan ini belum bisa menjawab secara detail kapan dan bagaimana planet terbentuk. Itu semua masih menjadi pertanyaan.
Keberadaan butiran pasir ini tak pelak menjadi sebuah cahaya cerlang bagi para peneliti karena diyakini piringan awan debu disekeliling bintang yang lahir akan berkondensasi membentuk butiran pasir mikroskopik yang kemudian akan berinteraksi dan membentuk kerikil, bongkahan karang dan pada akhirnya sebuah planet.
Dalam studi sebelumnya, para astronom menggunakan sinyal inframerah untuk mengidentifikasi partikel debu mikroskopik disekeliling bintang jauh. Sayangnya metode ini tidak terlalu akurat untuk menginformasikan ukuran partikel tersebut dan jarak dari partikel tersebut dari bintang induknya. Apakah mereka berada dekat bintang, seperti Bumi ke Matahari ataukah mereka berada lebih jauh seperti jarak Jupiter atau Saturnus ke Matahari.

Cone Nebula Kredit Gambar : ACS Science & Engineering Team, NASA
Menurut Johns-Krull yang menarik dari sistem ini adalah ia tampak cerlang namun juga redup pada waktu yang berbeda. Dan hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi.
KH-15D jika dilihat dari Bumi akan tampak berada di tepi. Dari perpektif ini, piringan akan memblok pandangan ke salah satu bintang. Namun kembarannya memiliki orbit yang sangat eksentrik sehingga ia akan terbit diatas piringan dengan interval yang tetap. Gerhana yang terjadi itulah yang memungkinkan studi terhadap bintang tersebut dilakukan. Pada saat bintang tersebut bisa dilihat, ia akan sangat terang sehingga pasir yang diamati tidak akan dapat terlihat. Pengamatan pada bintang KH-15D ini dilakukan dengan menggunakan teknik fotometri maupun spektografik untuk menganalisis data yang dikumpulkan sepanjang 12 tahun pengamatan dari berbagai observatorium. Diantaranya data tersebut dikumpulkan oleh Observatorium Mc Donald di Texas, Observatorium Keck di Hawaii dan VLT di Mount Paranal, Chile.
Menurut William Herbts, astronom dari Wesleyan University di Middletown, Conn, cahaya yang dipantulkan memberi keuntungan bagi mereka untuk melakukan pengamatan terhadap komposisi kimia partikel-partikel pasir tersebut.
Pada akhirnya, tak bisa dipungkiri penemuan ini memang menjadi titik awal yang membuka banyak pintu menuju berbagai penelitian lain pada piringan bintang tersebut, sekaligus pintu yang terbuka dalam pencarian pembentukan planet-planet serupa Bumi.
ivie Astronom dan Sains komunikator yang aktif menulis di langitselatan.com. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet. Saat ini ia sedang melakukan riset dinamika sistem planet dan mengelola langitselatan.
Email this author | All posts by ivie









[...] artikel yang sama dapat anda baca di langit selatan [...]