Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi

Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?

Bintang Raksasa Merah. Impresi artis. Sumber : Universetoday

Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.

Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?

Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).

Perjalanan evolusi Matahari sejak lahir sampai akhir masa hidupnya sebagai bintang katai putih. Saat ini Matahari berada di deret Utama (Main Sequence)

Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.

Zona Laik Huni yang Baru
Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam Tata Surya. Zona laik huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.

Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant’s Space Art.

Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?

Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.

Bagaimana dengan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.

Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann

Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.

Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.

Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.

Sumber : Arxiv : Distant future of the Sun and Earth revisited



Tags: , , ,


ivie Astronom Komunikator dan pengelola langitselatan. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Sampai saat ini masih aktif dalam melakukan penelitian yang terkait dengan dinamika sistem keplanetan.



165 Komentar untuk “Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi”

  1. MU says:

    Good Article

  2. Lia says:

    wah kamu hebat banget !!!……..
    pasti kamu suka baca buku ya!!!!!!!!………..

  3. Mr.Mata-Mata says:

    Sebuah perkiraan dari pemikiran manusia yg mengada-ngada.

    • ivie says:

      Mungkin buat sebagian orang ini pemikiran yang mengada-ada, namun bagi orang2 yang bergelut di dalamnya ini adalah perjalanan panjang dari pembelajaran sains di muka Bumi.

    • mr.haram says:

      eh u org ngapain ambil pusing seh??? Kalo kiamat ya kiamat aja , toh masi ada kehidupan di surga kok,kita bisa hve fun lage disana , lagean kan bosen kalo tinggal di bumi trs.

  4. Mr.Mata-Mata says:

    Masa depan bumi itu ditentukan oleh sang Maha pencipta yaitu Allah SWT.

    • ivie says:

      Ditentukan Allah tapi bukan berarti manusia tidak boleh mencari tau dari sisi ilmu pengetahuan.

      • Hambaallah says:

        Kawan, kami mengingatkan..
        Kita punya sebuah kitab yg sangat lengkap mengenai segala hal. kalo kita menyatakan sesuatu tanpa ada bukti dan tidak ada kesesuaian dengan kitab kita itu(Al-Qur’an) berarti kita telah takabur dan tidak mempercayai Allah yg telah menentukan segala sesuatu yang tersirat dalam Al-Qur’an. Semoga Allah memberikan ampunan dan hidayahnya…Amin cuy!!!

  5. Mr.Mata-Mata says:

    jalanin aza kehidupan seperti skrang ini,dan jgnlah memikirkan untuk bsok dan strusnya dan kita tidak akan tau apa yg akan terjadi buat besok apakh kita akn mati atau msih diberikan umur yg pnjang oleh Allah SWT.
    Dari pembelajaran yg pnjang psti juga akn ada pemberhentiannya yaitu Hari Kiamat dan semua urusan yg ada didunia akan kembali kpda Alllah SWT.

    Kehidupan itu harus didasari dengan nilai2 Agama, maka kelak kehidupan kita semua tidak akan hancur seperti sekarang ini…….
    Jangan terlalu mencari kesibukan duniawi maka suatu saat kamu jadi lengah dan lalai dalam menjalankan AgamaMu sendiri……..
    Disaat kamu lagi mengalami kesusahan maka ingatlah kamu kepada ALLAH SWT…
    Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah,padahal kamu mengetahui.

    Wahai Manusia janganlah dirimu Angkuh dan sombong kpda sesama,ingatlah bahwa kamu semua diciptakan dari setetes air hina/mani kemudian Allah menyempurnakannya dalam bentuk rupawan ada ganteng dan cantik,ada jelek dan buruk maka dari itu bersyukurlah atas apa yang diberikan oleh Allah SWT….

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

    • ivie says:

      Jika manusia tidak berpikir ntuk besok dan seterusnya.. untuk apa manusia diberi kemampuan berpikir?

    • aji says:

      Buat apa Tuhan memberikan kita otak untuk berfikir dan hati untuk merasa dan buat apa Tuhan berkata “iqra” ????????????????? apa itu hanya untuk dibaca tanpa di praktekan ??

  6. Mr.Mata-Mata says:

    Bahwa Langit,Bumi dan semua jagat raya ini telah diciptakan oleh Allah dalam tiap2 peredarannya masing2 supaya manusia dapat mengambil pelajarannya didalam kehidupan ini. apakah masih ada keraguan padamu pada kebesaran Allah.??

  7. Mr.Mata-Mata says:

    Kita manusia seharusnya bisa bersyukur bahwa Bumi telah Allah ciptakan untuk tempat semua makhluk hidup.
    Adakh Langit lagi diplanet lain selain bumi…??

    • agen dosa57 says:

      Maklum aja…mr Mata-mata besar di pesantren sih….

    • aji says:

      Ada mas mata mata , bukannya langit ada nyampe 7 lapis ??? bersyukur semestinya manusia dikasih otak buat mikirin hal yang terjadi di semesta ini buat menggali ilmu yang berguna dan menyadarkan bahawa Tuhan itu Maha Besar,kalo orang sikapnya skeptis semua sih,mana bisa manusia bikin internet kaya yang mas pake sekarang .. gkgkgkgkgkgkggk ada ada saaj ..

  8. Tulisan yang sangat baik,…dengan naratif diatas orang yang tidak mengerti jadi tahu akan astronomi serta permasalahannya seperti saya.

  9. Dan mengenai akan keyakinan,

    Sebagai umat muslim saya cuman bisa menyampaikan bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah SWT, jika memang harus demikian Bumi kedepannya serta kehidupan yang berada didalamnya,mungkin itu semua sudah di atur oleh Allah SWT…sekarang kembali ke kita sebagai makhluknya untuk menyadari akan kekurangan serta kesalahan serta tindakan yg harus kita ambil kedepannya sekiranya dapat membuat dan menjadikan kita menjadi lebih bijak dengan dasar pengetahuan yang ada dan berbasis pondasi agama yang kuat sehingga dapat berjalan dengan sinergis dan terarah..

    Salam,
    Asalim

  10. agung kusumah says:

    Waoww, rupanya byk yg kurang paham dg pemikiranmu ya. Tapi saluut bgt. Sebenernya semua hal yg akan terjadi itu sdh ada aturan n masanya ya, tgl kita yg hrs bisa berpikir positif dan tahu hars berbuat bgmn. Dari sudut pandang agama apapun semua itu pasti terjadi. Tgl kita mau itu berlangsung cepat atau nggak. Mau selamat ? Berusahalah dari sekarang, lwt jalur agama dan tentu ilmiah n teknologi, toh semua itu berhubungan erat. Ok.. Teruslah berkarya. aku tg tulisan yg lain.

  11. Anas Azwar Habibi says:

    mbag q mau tanya , . . . apa ada lg situs selain langitselatan.com

    Q pengen Menambah Wawasan lg niech , . .

    Blz Yaw , . .Semngat truZ

  12. dinaru says:

    Tuhan menciptakan bukan hanya tuk let it flow ajah …
    Tuhan menciptakan sesuatu untuk dipelajari … bukan hanya untuk didiamkan saja … !!
    memang pada dasarnya semuanya itu Tuhan yg mengatur … !!
    jika manusia tidak mempelajari semua yg ada termasuk planet2 or jagat raya … !!
    kata kasarnya buat apa Tuhan ciptakan yg lain … knp gag bumi ajah ma matahari n bulan … !!
    seharusnya kita semua paham akan semua itu … !!
    Tuhan itu pasti menciptakan yg lainnya untuk dipelajari bukan hanya untuk didiamkan saja … !!
    gue sangat setuju kata2 ivie tentang ” Memang ditentukan Allah tapi bukan berarti manusia tidak boleh mencari tau dari sisi ilmu pengetahuan n’ Jika manusia tidak berpikir ntuk besok dan seterusnya.. untuk apa manusia diberi kemampuan berpikir? “

  13. Curious says:

    menarik banget….!
    Mba…minta ijin copas tuk artikel di pesbuk aku….
    tentunya dengan menggunakan sumbernya…

    thanks before

  14. bobo bobo says:

    mengerikan kalo begitu,,,
    segra insff!!!

  15. flankie says:

    mau dilihat dari agama atau astronomi, menurut saya ujung2nya sama tuh. KIAMAT.
    hanya masalahnya, kapan tuh kiamat datang.

    yang saya tahu, berdasar agama yang saya tahu, saat kiamat tuhan akan menurunkan matahari hingga setinggi kepala. setelah itu seluruh kehidupan di bumi akan berakhir.

    nah kl menyimak cerita di atas, matahari akan mengembang dan mencapai bumi…

    mirip kan dengan yang namanya kiamat itu…….

    so saya yakin dua-duanya akan terjadi. seyakin saya atas agama yang saya anut.

    pis lah.

  16. Agung Kusumah Wardoyo says:

    Angkasa yang maha luas ini tentu banyak menyimpan misteri. Manusia yg diberi akal budi tentu akan selalu mencari jawaban tentang misteri yang ada. Bagus sekali tulisan anda. Mungkinkah kita bisa membuat mesin/pesawat atau wahana apapun yang bisa menyingkap misteri angkasa raya yang maha luas itu. Kalau saya perhatikan, setiap khayalan di masa lalu, saat ini hampir semua bisa terwujud. Kalau anda nonton film Wall E, produksi Disney Pixar studio, mungkin ada sedikit gambaran tentang masa depan bumi kita ini. Kadang kadang penuturan ilmiah dan dari sudut pandang agama kok nggak sejalan ya, ada masukan dari Ivy, atau dari pembaca sekalian yg budiman? Aku tunggu tanggapannya n terima kasih banyak. GBU all

    • jefferson teng says:

      Agama dan ilmiah itu harus berjalan bersamaan dan saling melengkapi dan mendukung, bukannya saling menjatuhkan. Salah satu tugas manusia untuk mensyukuri semua yg diberikan Tuhan yaitu dengan mempelajari dan mengertikan. Apabila kita lebih mengerti, manusia cenderung dapat lebih menghargai apa yg telah diberikanNya.

      anyway back to topic: “Apakah bumi akan hancur?”
      Mungkin kehancuran telah dimulai dengan terganggunya proses kehidupan di bumi ketika matahari mulai mengembang (peningkatan suhu bumi, ditambah dgn efek rumah kaca (plus bertambahnya CO2 di atmosfir krn kontribusi manusia), siklus normal di bumi bisa kacau dan stagnant).

      Yg menarik disini adalah estimasi waktunya. 5 juta tahun adalah waktu yg cukup lama untuk kehidupan manusia. Seiring dengan waktu, kemajuan teknologi harus dapat mengikuti zona habitasi yg perlahan lahan menjauhi bumi ini.

      Next destination: Mars ? lalu dlm 500 ribu tahun pindah lagi.

    • aji says:

      karena agama dan hal ilmiah itu harus dikaji dan dipelajari.Pada akhirnya kedua hal yang “tidak sejalan itu” akan memperlihatkan pembuktiannya,baik dengan waktu dan ilmu yag dimiliki manusia.

  17. jaya says:

    APAKAH BUMI ITU AKAN HANCUR??

  18. mr.masa depan hehehhe says:

    jika allah berkata”kunfayakun” kpda bumi maka terjadilah.
    tapi itu adalah adalah kehendah yg maha esa,manusia hanya bisa belajar dan memplajari,dan harus intropreksi diri.
    mungkin ini sudah tanda “KIAMAT ALAM SEMESTA SUDAH DEKAT”.

  19. Visyen says:

    Artikelnya menarik sekali.
    Mungkin benar, bahwa saat kiamat matahari akan berada d atas kepala.
    Tapi jangan lupa, Al-quran yang Allah turunkan itu penuh dengan bahasa yang tersirat, jd perlu pemikiran yg dalam untuk dpt mengetahui maknanya, so jangan sampe salah tafsir aja.

    Yg sy tw, ‘Kiamat’ adalah khancuran alam semesta.
    Yg sy mw tanya k mbak iviy, apakah dngn evolusi matahari saja, bisa merusak kseimbangan alam semesta dan menyebabkan kiamat?
    Solarsistem kita ini hanya sebesar debu jika d banding alam semesta.

    Emang jarak ujung alam semesta brapa ya mbak ? ^_^

  20. doan says:

    kmu senang yang berbau atmosfer ya…?
    mampir ya k blog gw doanmandala.wordpress.com
    trims

  21. wul-wul says:

    sepertinya…manusia di bumi harus perlakukan Bumi ini dengan penuh kasih sayang
    Aku yakin Allah SWT….pasti melindungi umatnya dari kemusnahan.
    Mba, sangat menarik ceritanya….menjadi pelajaran ke depan yang patut kita waspadai juga. Mengingat eksplorasi bumi yang semakin menggila…(jujur aja aku concern, so dukung tuk go green to our earth)

  22. satrio says:

    knapa si pada ribut, toh yg dibahas sama mba’ ivie itu kan mengenai karakteristik matahari, probabilitas keadaan yang mungkin terjadi, jadi kenapa harus diperdebatkan antara apa yang dibilang sama agama dengan apa yang terungkap oleh sains, tapi menurutku jujur ini tulisan yang bagus bgt, dari sini aku bisa dapet hal baru walaupun aku juga dapet sebagian kecil di perkuliahan

    ternyata baca-baca hal begini ga’ bikin bosen ya, makin dibaca makin asik makin penasaran, makasi ya mba’ atas postingannya, tetep semangat mba’ untuk terus menulis !!

  23. Johar says:

    Matahari membesar padahal setiap hari dia melepaskan energi yang dahsyat,kayaknya teori konvensional masih enakan deh, dimana dia akan menyusut, mampat dengan masa yang luar biasa kemudian akan meledak nah habis dah cerita, sekarang ada lagi teori yang mengatakan dia akan membesar, tambahan body dari mana? padahal konon setiap hari dia kehilangan berat 40.000 ton, wah,,,,,,,, (maaf cuman buat bahan diskusi, saya sendiri kalo bali baju ke matahari,,, heheheh)

  24. bugzah says:

    mbak ivie…aku akui artikel anda sangat bagus2…aku tertarik bged.

    tapi mbak…manusia itu udah terlalu bnyak mencampuri urusan Tuhan.

    sedikit ngutip dari buku nih..lupa buku apa judulnya

    ya kan…Tuhan Maha penglihat… manusia ingin lemlihatn sejauh2 antariksa
    Tuhan maha pencipta…. manusia pun ingin menciptakan organisme baru.kloning leh..rekayasa gen lah.
    Tuhan memberi kita akal bukan untuk berpikir logis dan mengacak2 dunia saja.. tapi berpikir jika kita adalaha Tuhan..betapa murka kita ketika semua urusan kita dicampuri nya (kecuali ata kehendak NYA)

    terus terang aku suka ma logika kok tapi..tapi kalo dipikir2..emang kita udahn bnyak nyampuri ya >..<

  25. zian says:

    waw kiren bgtssss..sbuh pmbljrn utk skrng n msa dpan

  26. bams says:

    gt aja repot, gue males ah mikiran milyaran thn lg, krn saat itu gue jelas udah gak ada

  27. Billy_Hamasaki says:

    aneh aja tuh si mr mata mata.kita lagi bicara ilmu pengetahuan .bukan agama.agama dengan ilmu pengetahuan juga memiliki konsep yang sama,untuk kebaikan kita juga.lagian ke agamaan lu tu ya- nga sesuai dengan nick lu tuh.suka ngurusin orang lain yah kayaknya?

  28. suryadi says:

    oreng boleh komentar, kalau ga suka ilmu perbintangan ya jangan nimbrung disini ga ada kerjaan aja , kayanya mr mata bisanya cari musuh didikan orang belanda kali , tukang adu domba, jadi orang santri bukannya sadar malah cari musuh ga nyambung deh,

  29. Rio says:

    udah-udahjangan berantem, lebih baik kalian berantem ngerebutin aq…… he..he…he…

  30. kenapa aku sekarang mungkin dulunya matahari kecil seperti saat ini dan memancarkan panas dan cahaya dibumi rata tapi saat 2,5 miliar tahun lagi matahari membesar dan suhu bumi tak rata lagi karena matahari dekat dgn bumi jadi semakin mendekat matahari maka suhu bumi akan semakin panas bisa-bisa suhu bumi 324 derjat celcius jadi bumi bagaikan matahari dan venus jadi untuk mencari pelanet yg suhunya rata seperti bumi perkiraan kit cocok tinggal di pelanet pluto ,uranus,neptunus itu cuman satu-satunya planet yg bisa menyelamatkan kita tapi tolong ya buatkan pesawat evakuasi ruang angkasa sekitar 200000 unit yg dapat menampung 90.000.000/orang tapi juga butuh inovasi teknologi untuk melindungi manusia dari radiasi yg kuat dan juga planet pluto,uranus dan neptunus tidak punya zat oxigen

    ya terserah aja lah kan msh lama…….
    klo skrng jngan Gw blm mau mati………
    prisma aja yang mati idup

  31. dhila says:

    aku mau bkin karya tulis ..
    kk bsa ngasih ide gak kra” apa tema yang bgus bwat aku??
    aku msh smp kls 3 . .

  32. zhalev uzzay says:

    im really proud to have woman can to know all knowledge alike u

    i like all ur articel

  33. zil says:

    biar ja ikan namanya ahirjama

  34. apakah itu semua merupakan kepastian atau sebatas perkiraan ?…tentu perkiraan bukan?, berdasarkan asumsi-asumsi pengetahuan yg kita miliki sehingga bisa dikatakan scientific (atau ilmiah)…senyatanya kita tidak pernah tahu apa yg benar-benar akan terjadi di masa datang karena itu ghoib bagi kita…jika yg terjadi seperti yg digambarkan ya okelah, tapi siapa yg berani menjamin akan terjadi seperti itu?…jika yg terjadi dimasa datang tidak seperti itu, bisakah ini dikatakan kebohongan?…sementara kita sudah terlanjur percaya…dan Alloh yg mengetahui yg nyata dan yg ghoib apakah menceritakan seperti itu?…kita mesti merujuk kepada al-qur’an karena dg itulah kita berkomunikasi dg Alloh…

  35. [...] masa depan, bencana itu bisa jadi datang ketika Matahari kehabisan bahan bakar dan mengembang sebagai bintang raksasa merah. Saat itulah zaman kehancuran bagi kehidupan di Bumi [...]

  36. yusak says:

    bagus banget aertikelnya,,aq suka banget hal2 yg berbau masa depan,apalagi tatasurya..bumi pasti punah / hancur tp qt harus cari tau sebelum hancur penyebabnya..sapa tau ada planet lain yg spt bumi,kan qt bs tinggal disana…hmmmm …keren…
    tapi diatas semuanya uda ada yg atur kog,,hehehe…
    semangat…

  37. sukma ajib says:

    bukankah emang manusia itu diciptakan allah untuk menyembah kapadanya….bukan malah untuk menghakimi diri sendiri…..yah kalo emang bumi udah ditakdirin buat hancur ya hancur aja toh kita hidup juga ga bakalan kekal koq….
    yang penting kita sebagai manusia wajib mensyukuri dengan apa yang telah diberikan allah kepada kita….
    dan jangan lupa tetap tabah dan sabar aja…..
    ngemeng-ngemeng ada artikel lain ga…….yang bisa bikin kalo manusia wajib nyadar kalo dalam diri mereka itu ga ada yang sempurna…….

  38. aneh says:

    hadapilah hari esok , dgn senyuman … yg telah berlalu biarkan lah … yg akan datang kita tak akan tau …

  39. Andre says:

    Mbak, kira2 bisa gak membuat jarak dan waktu menjadi lebih pendek. Apakah ketika benda langit/tata surya berada segaris dapat memudahkan perpindahan ke tata surya yang lain. Soalnya ingat kisah Isra’ Mi’raj dan kuda terbang,hehehehehe..
    Semoga teknologi itu dapat kita temukan….

  40. daniel says:

    segala sesuatu ada waktunya…
    apabila Tuhan sudah menghendaki bumi ini akan kiamat….apa yg bisa dilakukan manusia????
    yg cm bisa kita lakukan adalah berdoa n lebih dekat dengan Dia….
    rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan….
    Dia akan menjadikan semuanya baik pada waktunya……

    jangan jauh dari Tuhan Yesus,,,karena Dia adalah sumber harapan dan sember dari segalanya….

    • icanekoya says:

      tuhan udah nyiapin jalan terbaik,

    • Nurdin says:

      Aku takut berdoa kepada tuhan yg salah, pasti gak nyampe dong kepada Tuhan alam semesta.
      Mendingan nyari bukti bahwa tuhan pernah jadi manusia dan menginjak bumi apa nggak? Daripada mikirin yg jauh2.
      Kalau memang ada bukti, gak mungkin dong jejak tuhan itu terhapus gara-gara ulah manusia.
      Atau tinggalin sesuatu agar semua orang yakin akan kemanusiaan Tuhan.
      Janggal banget kalau ditemu-temuin, padahal dari kata-kata doang.
      Bukti laut merah dibelah tongkat Musa saja ada.
      Masa bekas tuhan-manusia gak ada.

  41. jeng ivie,..waktu kecil dl diceritain kiamat bhw matahari akan berada di atas ubun2 (mirip dah)…lalu akan terjadi air laut mengering, bumi mengeluarkan semua isinya….dan semua yg hidup akan mati karena kacau balaunya bumi(dunia)……kemudian akan diganti bumi yg skrg ini dng bumi yg baru yang RATA .
    dr artikel ini mmng scr ilmiah bhw terjadinya kiamat sudah terhitung kita tinggal menunggu waktunya (jauh dekatnya adalah relatif) ……… belum lg kmrn bc artikel laen disitus ini bhw pergerakan bulan semakin menjauhi bumi dan akibatnya nanti akan terjadi perubahan lama waktu hati, bulan, tahun……dan tentunya waktu semakin cepat (tanda-tanda kiamat) ntar deh kpn2 bc2 ttg kiamat lagi biar ga kesasar………

    • Nurdin says:

      Yang selalu jadi pertanyaan saya apa perhitungan tentang masa, jarak, waktu dan sebagainya itu akurat. Apakah rumus yg selama ini dipakai yg notabene ditetapkan orang terdahulu gak ada mleset misalnya 0,0000001 atau berapa jika kalkulasinya dengan jumlah yg banyak bukankah banyak jg melesetnya. Sudah ada pergantian teori yg merubah cara pandang kita ataupun tekniknya? Aku cuma tau manusia tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit saja.

  42. Qurrota A'yun says:

    keren bgt kajiannya, thanks y catatan ini telah membantu saya mengerjakan tugas. tolong kaji terus y,,,,

    saya seorang muslim,, kajian ini cocok banget ma Al-qur’an (KITAB SUCI UMAT MUSLIM). berkaitan dengan hari kiamat.

  43. Mr.no comment says:

    Hmmmm……………! ! !

  44. Nurdin says:

    Berpikir kritis penting sejauh mana kita mampu memikirkanya.
    Namun bagi saya sejauh apapun yg saya pikirkan jika tidak berimbas kepada keyakinan saya mengenal Tuhan semesta alam dengan baik bagi saya adalah kesia-siaan. Karena kita akan kembali kepadaNya dengan sebuah pertanggung-jawaban dengan apa yg kita kerjakan dunia ini.

    Manusia dikaruniai akal tentu untuk berpikir :
    Apa tujuan tuhan menciptakan kita? Tidak lain adalah untuk mengenal-Nya.

    Untuk mengenalnya tentu ada sumbernya:
    1. Kitab;yang masih murni tanpa campur tangan manusia
    2. Hikmah; berupa pereneungan, pengalaman, dan termasuk memahami alam berikut kejadianya
    3. Nabi; nabi akhir zaman dimana kita hidup sekarang

    Kita bisa berangkat dari mana saja untuk mengenal Tuhan dari ketiga sumber diatas.

    Kata-kata laksana angin jika menerpa yg dingin mengigilah ia, menerpa yg hangat sejuklah ia. menerpa api membaralah ia,
    sedangkan makna adalah air….

    semoga bermanfaat

  45. Dicky says:

    Apa salahnya mencoba!!

  46. devri afriawansyah says:

    semua akan terjadi kalu kita tidak bertindak untuk melindungi bumi

    tetapi kalau kehendak tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa

  47. nurfaiqin says:

    ya Alla……………….ah batapa agung dan maha besarnya Engkau, emm………………………. mari tmen2 pecinta google yang krmbuka tentang hal bumi kita pada sadar yuck……………………..

  48. mudjiono says:

    artikel tentang astronomi, kosmologi memang selalu menarik, karena biasanya terjadi gesekan antara sains & teknologi dengan agama atau teologi. Landasan sains tampak sudah kokoh, sehingga agama terasa sulit untuk memberikan komentar apalagi koreksi. Artikel ini menceriterakan perjalanan matahari sampai miliaran tahun ke depan yang berdampak pada eksistensi tata surya kita. Kalau dikaitkan dengan kiamat sebagaimana yang diajarkan agama ya sulit nyambungnya. Pasalnya kejadian kiamat dalam ayat-ayat Al Qur’an dan informasi hadits berlangsung ketika manusia dan kehidupan lainnya masih ada. Kiamat terjadi secara tiba-tiba seperti halnya gempa bumi yang sulit diduga. Kiamat bukan hanya kehancuran tatasurya kita ini tetapi kehancuran seluruh alam semesta. Repotnya sejauh ini ilmuwan tidak ada yang mencoba menggunakan informasi agama sebagai landasan penelitian ilmiah tentang alam semesta. Tampaknya para ilmuwan sejauh ini begitu kuat mengikuti teori bigbang, walau pun teori itu masih banyak permasalahan.
    Komentar ini hanyalah uneg-uneg seorang kakek, yang sebenarnya merindukan astronom, kosmolog Indonesia mencoba merombak teori-teori yang sudah ada. Yakinlah kalau ilmuwan, astronom dan kosmolog Indonesia selalu mengekor dan berkiblat ke sains yang dikembangkan ilmuwan barat, maka resikonya sebagai follower ya tidak ada kebanggaan. Perlu suatu terobosan sehingga muncul “angsa hitam” dari Indonesia. Selamat berjuang.

  49. [...] masa depan, bencana itu bisa jadi datang ketika Matahari kehabisan bahan bakar dan mengembang sebagai bintang raksasa merah. Saat itulah zaman kehancuran bagi kehidupan di Bumi [...]

  50. panji says:

    wah kamu hbat bnget pasti ,,kamu suka baca bku ya?

Aturan Dalam Memberi komentar :

  1. Jika anda sudah memiliki akun di langitselatan, silahkan log masuk untuk memberi komentar
  2. Admin dan Moderator berhak untuk memoderasi setiap komentar yang masuk
  3. Diharapkan menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
  4. Bersikap Baik - Tidak menyerang pembaca yang lain ataupun penulis
  5. Dilarang memberikan komentar yang mengarah pada hal-hal terkait SARA.
  6. Berikan komentar yang singkat - Tidak menuliskan komentar yang bahkan lebih panjang dari artikel yang ada.
  7. Dilarang mengiklankan produk, jasa, dll.
  8. Jika melanggar, komentar akan langsung kami hapus

Beri Komentar