Asteroid 2008 AZ28 Ditemukan Oleh Siswa SMA

By ivie • Jan 18th, 2008 at 11:11 am • Category: Asteroid, News

image credit wins.com
image credit wins.com
Apa untungnya menjadi astronom amatir? Bagaimana seandainya kamu menemukan sebuah benda langit baru? Bagaimana rasanya jika kamu menjadi orang yang berhak menamakan sebuah benda langit? Mungkin itu pertanyaan yang seringkali muncul dalam pikiran para pencinta langit, atau bahkan di kalangan orang awam.

Menjadi astronom amatir bukan berarti hanya sekedar memuaskan hobi mengamat langit. Seorang astronom amatir pun seringkali bisa memberi kontribusi bagi dunia astronomi profesional. Contoh menarik bagaimana astronom amatir bisa memberikan penemuan penting adalah 3 siswa SMA di Wisconsins yang berhasil menemukan sebuah asteroid. Penemuan ini terjadi saat mereka melakukan observasi untuk tugas astronomi di kelasnya. Ketiganya adalah Connor Leipold, Tim Patika, dan Kylie Simpson dari The Prairie School. Hasil penemuan mereka telah diverifikasi oleh Minor Planet Center di Cambridge sebagai asteroid.

Saat ini, asteroid tersebut diidentifikasikan dengan kode 2008 AZ28, dan ketiga penemunya akan mendapatkan kesempatan untuk menamai asteroid tersebut. Pengamatan asteroid ini dilakukan menggunakan teleskop yang berlokasi di New Mexico yang dioperasikan via internet, dan disponsori oleh Calvin College di Grand Rapids, Michigan. Teleskop ini akan mengambil gambar digital setiap 1 jam selama 4 jam setiap malam, dan para siswa akan mengamati foto-foto yang diambil, bagaikan sedang menikmati film dalam gerak lambat. Dari sini, mereka akan mencari dan mengamati setiap perubahan yang terjadi.

Menurut Vanden Heuvel, guru sains ketiga siswa tersebut, diperkirakan 2008 AZ28 memiliki periode orbit 5 tahun dalam mengelilingi matahari.

Penemuan asteroid oleh siswa SMA ini memang bukan untuk pertama kalinya, karena pada tahun 1998 sebuah grup siswa SMA juga berhasil menemukan asteroid di Sabuk Kuiper menggunakan National Science Foundation’s (NSF) 4-meter Blanco Telescope di Chile. Program tersebut merupakan bagian dari National Science Foundations’s Hands-On Universe Project.

Nah bagaimana dengan siswa SMA dan astronom amatir di Indonesia? Akankah ada yang berhasil menemukan sesuatu, atau setidaknya melakukan terobosan dalam dunia astronomi?

Share/Save/Bookmark
Share/Save/Bookmark



Tagged as: ,

ivie Astronom komunikator yang aktif menulis di langitselatan.com. Tahun 2005, bersama beberapa alumni astronomi membuat majalah Centaurus. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet. Saat ini ia sedang melakukan riset dinamika sistem planet dan mengelola langitselatan.
Email this author | All posts by ivie

«« 2007 WD5 Tidak Akan Menabrak Mars
Sebuah Pilot Project UNAWE-Indonesia for Childreen: Pesta Bintang Keliling Wilayah Tengah dan Timur Pulau Jawa (bagian kedua) »»

2 Responses »

  1. Semoga saja para siswa di Indonesia bisa mengikuti jejak siswa dari luar negeri. Tetapi yang pertama perlu dilakukan adalah bagaimana Astronomi dijadikan sebagai mata pelajaran tersendiri di SMA. Sehingga pengetahuan tentang ilmu ini dapat lebih banyak lagi di serap siswa di Indonesia

  2. untuk jadi mata pelajaran tersenduiri mungkin agak berat. Karena bagaimanapun dasar-dasar astro itu ada di matematika dan fisika. Sehingga jika dijadikan materi terpisah harus selalu disesuaikan dengan kurikulum lainnya. Tapi akan sangat baik jika untuk saat ini materi astronomi mendapat porsi lebih dan kesempatan utnuk observasi di lapangan untuk siswa. Ini akan bisa membangun keingintahuan siswa.

Leave a Reply