Planetarium Portabel
By nggieng • Jan 8th, 2008 at 3:55 pm • Category: Dari Balik KameraSalah satu alat peraga yang paling digemari oleh anak-anak, disamping menjadi pilihan di kala langit tidak dapat diamati adalah Planetarium. Planetarium bergerak yang memenuhi standar untuk dipergunakan dalam memberikan pengajaran mengenai langit, merupakan peralatan yang mahal. Tetapi, keterbatasan dana tidaklah menghalangi teman-teman UNAWE Indonesia untuk mencoba berinovasi dalam membuat planetarium bergerak.
Untuk mengatasi kendala tersebut, maka Unawe Indonesia menggunakan peralatan yang sederhana, tetapi berdaya guna. Mempergunakan payung yang disangga oleh pasak besi, dan ditutupi oleh tirai hitam; didalamnya diletakkan sebuah planetarium proyektor kecil yang diproyeksikan pada sisi dalam payung dan tirai, maka jadilah sebuah planetarium sederhana yang bisa untuk menampung sekitar 6 orang anak SD.
Meskipun alat tersebut sangat sederhana, tetapi bisa memberikan pengajaran tentang bagaimana benda langit bergerak, serta informasi dasar-dasar astronomi.
pasak penyangga planetarium. Kredit foto : nggieng
proyektor planetarium sedang dipersiapkan untuk dibungkus oleh kubah planetarium. Kredit foto : nggieng
proyektor planetarium sedang dipersiapkan untuk dibungkus oleh kubah planetarium. Kredit foto : nggieng
untuk mempertahankan struktur, seringkali planetarium harus dibantu dipegangi dari luar. Seharusnya perusahaan sepatu itu membantu mendanai planetarium, karena sudah diiklankan oleh tim Unawe Indonesia. Kredit foto : nggieng
di dalam planetarium sebelum kondisi gelap. Kredit foto : nggieng
antrian menuju ke dalam planetarium. Kredit foto : nggieng
suasana belajar di dalam planetarium. Kredit foto : nggieng
di dalam planetarium dalam keadaan gelap total. Kredit foto : nggieng
artikel terkait : Mobile Planetarium of UNAWE Indonesia
nggieng Mahasiswa magister astronomi ITB yang semenjak S1, sudah terlibat dalam berbagai kegiatan jurnalistik dan penulisan buku ilmiah popular. Kendati mengambil pendidikan di Astronomi ITB, tetapi tidak menghentikan minat untuk terlibat dalam dunia jurnalistik. Pengalaman jurnalistik semenjak di kampus a.l., Pemred Majalah KMK ITB "Lentera", Redaksi Pelaksana Majalah Astronomi "Asteroid", terlibat dalam penerbitan buku "Perjalanan Mengenal Astronomi", sampai dengan penerbitan Internasional, dan sekarang terlibat aktif sebagai reporter & fotografer di Komunitas Astronomi langitselatan.
Email this author | All posts by nggieng









[...] portabelnya dengan menggunakan kardus yang dipotong-potong, dari Indonesia dengan menggunakan payung golf dan tenda [...]