Planetarium Portabel

Salah satu alat peraga yang paling digemari oleh anak-anak, disamping menjadi pilihan di kala langit tidak dapat diamati adalah Planetarium. Planetarium bergerak yang memenuhi standar untuk dipergunakan dalam memberikan pengajaran mengenai langit, merupakan peralatan yang mahal. Tetapi, keterbatasan dana tidaklah menghalangi teman-teman UNAWE Indonesia untuk mencoba berinovasi dalam membuat planetarium bergerak.

Untuk mengatasi kendala tersebut, maka Unawe Indonesia menggunakan peralatan yang sederhana, tetapi berdaya guna. Mempergunakan payung yang disangga oleh pasak besi, dan ditutupi oleh tirai hitam; didalamnya diletakkan sebuah planetarium proyektor kecil yang diproyeksikan pada sisi dalam payung dan tirai, maka jadilah sebuah planetarium sederhana yang bisa untuk menampung sekitar 6 orang anak SD.

Meskipun alat tersebut sangat sederhana, tetapi bisa memberikan pengajaran tentang bagaimana benda langit bergerak, serta informasi dasar-dasar astronomi.

pasak penyangga planetarium. Kredit foto : nggieng

proyektor planetarium sedang dipersiapkan untuk dibungkus oleh kubah planetarium. Kredit foto : nggieng

proyektor planetarium sedang dipersiapkan untuk dibungkus oleh kubah planetarium. Kredit foto : nggieng

untuk mempertahankan struktur, seringkali planetarium harus dibantu dipegangi dari luar. Seharusnya perusahaan sepatu itu membantu mendanai planetarium, karena sudah diiklankan oleh tim Unawe Indonesia. Kredit foto : nggieng

di dalam planetarium sebelum kondisi gelap. Kredit foto : nggieng

antrian menuju ke dalam planetarium. Kredit foto : nggieng

suasana belajar di dalam planetarium. Kredit foto : nggieng

di dalam planetarium dalam keadaan gelap total. Kredit foto : nggieng

artikel terkait : Mobile Planetarium of UNAWE Indonesia



Tags:


nggieng jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.



Tidak Ada Komentar untuk “Planetarium Portabel”

  1. [...] portabelnya dengan menggunakan kardus yang dipotong-potong, dari Indonesia dengan menggunakan payung golf dan tenda [...]

Aturan Dalam Memberi komentar :

  1. Jika anda sudah memiliki akun di langitselatan, silahkan log masuk untuk memberi komentar
  2. Admin dan Moderator berhak untuk memoderasi setiap komentar yang masuk
  3. Diharapkan menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
  4. Bersikap Baik - Tidak menyerang pembaca yang lain ataupun penulis
  5. Dilarang memberikan komentar yang mengarah pada hal-hal terkait SARA.
  6. Berikan komentar yang singkat - Tidak menuliskan komentar yang bahkan lebih panjang dari artikel yang ada.
  7. Dilarang mengiklankan produk, jasa, dll.
  8. Jika melanggar, komentar akan langsung kami hapus

Beri Komentar