<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Adakah Seseorang di Luar Sana: Meninjau kembali Persamaan Drake</title>
	<atom:link href="http://langitselatan.com/2008/01/01/adakah-seseorang-di-luar-sana-meninjau-kembali-persamaan-drake/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://langitselatan.com/2008/01/01/adakah-seseorang-di-luar-sana-meninjau-kembali-persamaan-drake/</link>
	<description>weblog astronomi indonesia</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 10:50:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: Tri L. Astraatmadja</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/01/01/adakah-seseorang-di-luar-sana-meninjau-kembali-persamaan-drake/#comment-1381</link>
		<dc:creator>Tri L. Astraatmadja</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 03:52:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/2008/01/01/adakah-seseorang-di-luar-sana-meninjau-kembali-persamaan-drake/#comment-1381</guid>
		<description>Maksud saya begini. Kalau kita lihat, Persamaan Drake mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup serius dan sulit, pertanyaan kepada diri-sendiri yaitu kita sebagai umat manusia. Bagaimana peradaban bisa muncul? Sampai kapan peradaban manusia bisa berlangsung? Bukankah ini pertanyaan serius yang mengajak kita untuk merenungi sejarah kita sendiri? Dengan mencoba menjawab Persamaan Drake, alih-alih mencari ETI kita malah berkaca pada diri sendiri. Menarik sekali bukan? Inilah poin saya, barangkali yang paling penting dari Persamaan Drake bukanlah untuk menjawabnya, tapi untuk memikirkan hakikat peradaban manusia...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maksud saya begini. Kalau kita lihat, Persamaan Drake mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup serius dan sulit, pertanyaan kepada diri-sendiri yaitu kita sebagai umat manusia. Bagaimana peradaban bisa muncul? Sampai kapan peradaban manusia bisa berlangsung? Bukankah ini pertanyaan serius yang mengajak kita untuk merenungi sejarah kita sendiri? Dengan mencoba menjawab Persamaan Drake, alih-alih mencari ETI kita malah berkaca pada diri sendiri. Menarik sekali bukan? Inilah poin saya, barangkali yang paling penting dari Persamaan Drake bukanlah untuk menjawabnya, tapi untuk memikirkan hakikat peradaban manusia&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: atmoon</title>
		<link>http://langitselatan.com/2008/01/01/adakah-seseorang-di-luar-sana-meninjau-kembali-persamaan-drake/#comment-1234</link>
		<dc:creator>atmoon</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 06:24:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/2008/01/01/adakah-seseorang-di-luar-sana-meninjau-kembali-persamaan-drake/#comment-1234</guid>
		<description>Ya mas Tri, saya setuju dengan kesimpulan Anda. Persamaan Frank Drake menurut hemat saya sih mirip dengan pertanyaan dan pencarian manusia tentang hakikat diri dan Tuhan. Makanya, bukan untuk dipecahkan secara matematis tetapi untuk direnungkan bagi kepentingan kita sendiri yang tinggal di satu-satunya benda dimana kehidupan ada sebagai suatu kenyataan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya mas Tri, saya setuju dengan kesimpulan Anda. Persamaan Frank Drake menurut hemat saya sih mirip dengan pertanyaan dan pencarian manusia tentang hakikat diri dan Tuhan. Makanya, bukan untuk dipecahkan secara matematis tetapi untuk direnungkan bagi kepentingan kita sendiri yang tinggal di satu-satunya benda dimana kehidupan ada sebagai suatu kenyataan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
