Membangun Jejaring Astronomi Antar Negara melalui SEAAN dan GAO-ITB
By ivie • Jul 20th, 2007 at 5:18 am • Category: NewsSebenarnya kegiatan ini sudah berlangsung beberapa waktu lalu, namun baru hari ini saya tuliskan disini. Yang pertama adalah South-East Asia Astronomy Network (SEAAN) dalam Thai National Astronomical Meeting (TNAM), 22-24 Maret 2007 di Bangkok dan ITB-GAO (Japan) Joint Workshop on Astronomy & Science Education, 4-6 Juli di ITB.
Kedua kegiatan ini merupakan kerjasama yang dibangun Astronomi ITB dengan negara-negara Asia Tenggara dan kerjasama ITB dan Observatorium Gunma di Jepang. Tim Rig-K sendiri hanya mengikuti dan terlibat langsung dalam acara GAO-ITB sementara untuk acara TNAM kami hanya mengikuti pemaparan laporan yang diberikan oleh Bapak Dr. Hakim L. Malasan dalam pertemuan bulanan FMIPA-ITB di Basic Science Center A (BSC-A) ITB tanggal 9 mei 2007.
South-East Asia Astronomy Network (SEAAN)

peserta TNAM dari Indonesia, kredit foto HLM, AS ITB
Lain di Malaysia, lain pula di Thailand. Thailand saat ini sedang giat pula membangun astronominya. Hal ini terlihat dengan terbentuknya National Astronomical Research Institute of Thailand (NARIT) pada tahun 2004, kemudian disusul oleh rencana pembangunan 2,4 m Thai National Telescope di Dai Inthanon National Park, Chiang Mai, dimana akan dibangun juga Observatorium Nasional di Thailand. 2,4 m Thai National Telescope direncanakan selesai dan mulai digunakan bulan Januari 2009. Selain itu, tahun ini (Desember 2007) Thailand juga menjadi tuan rumah 1st International Olympiad in Astronomy and Astrophysics. Hal inilah yang menjadi motivasi diadakannya Thai National Astronomical Meeting (TNAM), sekaligus juga 1st South-East Asia Astronomy Network Meeting (SEAAN2007).
Kerjasama yang dibangun melalui SEAAN diharapkan akan dapat memberi angin segar dalam pengembangan astronomi di Asia Tenggara dimana negara-negara Asia Tenggara diharapkan dapat saling berbagi informasi dan membangun tanggung jawab dalam pembangunan astronomi tingkat lanjut. Selain itu dengan membangun jejaring diantara negara-negara Asia Tenggara diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan riset dan pencapaian riset astronomi.
Jejaring yang dibangun tidak hanya bertumpu pada masalah riset Astronomi saja, melainkan juga dalam hal membangun dan memperluas awareness terhadap astronomi dan sains. Dengan demikian, akan tumbuh gairah riset dan populerisasi astronomi maupun sains di Asia Tenggara. SEAAN akan diresmikan dalam Asia-Pacific IAU Regional Meeting, di Kunming, Yunnan, PR China, Augustus 2008. dari Indonesia, Ibu Premana W Premadi dan Bapak Hakim L. Malasan akan tergabung dalam SOC acara tersebut. Selain diresmikan dalam APRIM 2008, SEAAN juga akan memiliki satu sesi tersendiri.
Di dalam acara TNAM, ada 5 peserta dari Indonesia, dimana 3 diantaranya ikut serta dalam sesi Astronomy & Astrophysics ( Suhardja D. W, Suryadi Siregar, Endang Soegiartini) dan 2 lainnya dalam sesi SEAAN (Hakim L. Malasan dan Chatief Kunjaya).
ITB-GAO (Japan) Joint Workshop on Astronomy & Science Education

foto bersama peserta joint workshop ITB-GAO
Memorandum of Agreement (MoA) antara Gunma Astronomical Observatory dan Institut Teknologi Bandung ditandatangani April 2002. Kerjasama ini meliputi peneliian, pembangunan instrumentasi, pelatihan staf muda ITB, pertukaran staf. Pertemuan kali ini selain untuk merayakan 5 tahun kerjasama, juga ditandai oleh workshop yang pemaparan hasil kerjasama maupun pengajuan proposal untuk kelanjutan kerjasama. Acara ini selain melibatkan pihak Observatorium Gunma maupun Astronomi ITB dan Observatorium Bosscha, juga melibatkan Planetarium Jakarta, LAPAN ( dari LAPAN Watukosek maupun Bandung), Universe Awareness Indonesia maupun mahasiswa pasca sarjana dan tak lupa tim Rig-K juga ikut serta.

Prof. Hashimoto saat presentasi. kredit foto ivie
Tim Rig-K dalam pertemuan ini mengajukan kerjasama untuk menggunakan remote telescope untuk melakukan observasi eh melihat langit utara dalam kaitan dengan pengembangan populerisasi astronomi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun kepedulian terhadap astronomi dalam kaitan pembangunan komunitas astronomi di Indonesia. Selain masalah populerisasi astronomi, pengajuan kerjasama untuk penelitian bersama pun dilajukan. Sedangkan dalam hal riset, makalah yang diajukan melipuuti kesempatan riset menggunakan remote telescope, maupun kesempatan untuk melakukan riset bersama dengan pihak Gunma.
Dengan adanya jejaring kerja seperti ini. kita bisa saling berbagi apa yang menjadi kesulitan maupun berbagi kesempatan dalam meningkatkan gairah riset, peningkatan pencapaian hasil yang lebih baik lagi dan memperluas kepedulian terhadap sains di antara yang terlibat.
ivie Astronom dan Sains komunikator yang aktif menulis di langitselatan.com. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet. Saat ini ia sedang melakukan riset dinamika sistem planet dan mengelola langitselatan.
Email this author | All posts by ivie








