Penemuan Planet Layak Huni Pertama Selain Bumi

By ivie • Apr 26th, 2007 at 5:09 pm • Category: Extrasolar Planet

Si kerdil ternyata membawa kehidupan juga loh!

Untuk pertama kalinya, astronom akhirnya menemukan planet yang mirip Bumi di luar Tata Surya, sebuah planet ekstrasolar dengan radius 50% lebih besar dari bumi dan mampu memiliki air dalam bentuk cair. Penemuan ini memberi sebuah harapan baru dan sebuah langkah maju dalam usaha pencarian planet-planet yang bisa digolongkan sebagai planet layak huni. Dengan menggunakan teleskop ESO 3,6 m, tim pemburu planet dari Swiss, Perancis dan Portugal akhirnya menemukan super-Bumi yang massanya 5 kali massa Bumi dan mengorbit bintang katai merah, yang sebelumnya diketahui telah memiliki planet bermassa Neptunus. Para astronom juga menemukan bukti kuat yang menunjukkan indikasi keberadaan planet ketiga dengan massa 8 kali massa Bumi.

Planet Gliese 581 c

The Planetary System Around Gliese 581
The Planetary System Around Gliese 581
Exoplanet, itulah cara para astronom dalam menyebut planet yang berada disekitar bintang selain Matahari. Nah, exoplanet yang baru ditemukan ini merupakan exoplanet terkecil yang pernah ditemukan hingga saat ini dan ia bisa mengitari bintangnya hanya dalam 13 hari. Dan jaraknya juga 14 kali lebih dekat dari jarak Bumi -Matahari. Bintang induknya sendiri ternyata bukanlah bintang sekelas Matahari melainkan bintang katai merah yang lebih kecil, kebih dingin dan lebih redup dibanding Matahari. Itulah bintang Gliese 581, bintang yang menaungi si exoplanet mirip Bumi tersebut.

Si exoplanet yang mirip Bumi ini terletak di dalam area layak huni sang bintang (berada dalam habitable zone bintang - akan dibahas dalam artikel yang lain), daerah disekitar bintang dimana air yang berada pada area itu bisa berada dalam bentuk cairan. Exoplanet tersebut dinamakan Gliese 581 c yang artinya planet kedua yang bermukim di bintang Gliese 581. Planet pertama dalam extrasolar planet dinamakan dengan nama bintang dan diikuti indikasi b, bintang kedua indikasinya c dst.

Menurut Stephane Udry dari Geneva Observatory, mereka memperkirakan temperatur rata-rata super-Bumi ini antara 0 - 40 derajat Celcius, dan kondisi airnya masih dalam bentuk cairan. Selain itu radiusnya juga diperkirakan hanya 1,5 kali radius Bumi, dan dari pemodelannya bisa diperkirakan kalau planet ini merupakan planet batuan seperti Bumi atau bisa jadi Gliese 581 c adalah planet lautan.

The star Gliese 581
The star Gliese 581

Ditambahkan oleh Xavier Delfosse, salah satu anggota tim dari Perancis, kalau air dalam bentuk cair merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan sepanjang yang kita ketahui. Dengan memiliki temperatur dan jarak yang relatif dekat seperti yang dimiliki Gliese 581 c, planet ini kemungkinan akan menjadi target penting dalam misi ruang angkasa di masa depan khususnya dalam hal pencarian kehidupan extra-terrestrial. Dan di dalam peta harta karun alam semesta, Gliese 581 c akan ditandai dengan X.

- perlu diingat perbandingan kehidupan itu sendiri akan selalu mengacu pada kehidupan di Bumi.-

Gilese 581
Bintang induk Gliese 581 merupakan satu diantara 100 bintang yang berada dekat dengan kita. Massa dan radiusnya hanya sepertiga massa Matahari. Planet katai merah seperti ini secara intrinsik memiliki kecerlangan setidaknya 50 kali lebih lemah dari Matahari. Bintang katai merah juga termasuk bintang yang umum ditemukan di dalam galaksi kita (Bimasakti) : diantara 100 bintang dekat dengan Matahari, 80 diantaranya berada di kelas ini.

Gl 581, atau Gliese 581, merupakan bintang ke 581 dalam urutan Katalog Gliese yang merupakan susunan bintang yang berada dalam jarak 25 parsecs (81,5 tahun cahaya) dari bintang. Katalog tersebut dibuat oleh Gliese dan diterbitkan pada tahun 1969 dan diperbaharui tahun 1991 oleh Gliese dan Jahreiss. Gliese 581 sendiri jaraknya 6,26 parsecs (22,66 tahun cahaya) berada di konstelasi Libra dan usianya 4,3 milyar tahun.

Menurut Xavier Bonfils dari Lisbon University, Bintang katai merah merupakan target ideal dalam pencarian planet bermassa kecil yang memiliki air dalam bentuk cair. Hal ini disebabkan karena bintang katai seperti ini memancarkan sedikit cahaya sehingga daerah layak huninya (habitable zone) berada lebih dekat dengan bintang dibanding planet-planet disekitar Matahari.

Planet-planet yang berada di daerah tersebut akan lebih mudah dideteksi dengan menggunakan metode kecepatan radial, metode yang paling sukses dalam pencarian dan deteksi exoplanet.

Planet Lainnya di Gliese 581
Dua tahun lalu, tim astronom yang sama juga menemukan planet yang mengelilingi Gliese 581. Planet yang dikenal dengan nama Gliese 581 b memiliki massa 15 massa Bumi, dan mirip dengan Neptunus. Ia mengorbit Gliese 581 hanya menghabiskan waktu 5,4 hari. Pada saat itu astronom juga sudah melihat adanya indikasi planet lain disekitar tempat itu. Dan setelah pencarian yang lebih lanjut, ditemukan planet super-Bumi, tapi bukan hanya itu, ada juga indikasi yang sangat jelas menunjukkan kalau ditempat itu ada planet ketiga. Planet ketiga tersebut memiliki massa 8 kali massa Bumi dan menyelesaikan putaran orbitnya dalam waktu 84 hari.

Sistem keplanetan di Gliese 581 sedikitnya telah memiliki 3 buah planet dengan massa kurang lebih 15 massa Bumi, dan ini bisa dikatakan merupakan sistem yang luar biasa. Selama ini pencarian exoplanet paling banyak dilakukan pada bintang yang sekelas Matahari.

Metode Pengamatan
Penemuan Gliese 581 c ini dilakukan dengan menggunakan metode kecepatan radial. Metode kecepatan radial mendeteksi perubahan kecepatan bintang induk yang diakibatkan oleh gaya gravitasi dari exoplanet (yang tak terlihat) saat ia mengorbit bintangnya. Evaluasi pengukuran kecepatan akan memberi deduksi tentang orbit planet, biasanya bisa diketahui periode dan jarak dari bintang, serta massa minimumnya. Secara statistik, massa minimum ini mendekati massa yang sebenarnya.

Penemuan ini dilakukan menggunakan spektograf HARPS (High Accuracy RAdial Velocity for the Planetary Searcher), teleskop ESO 3,6 m di La Silla, Chille. HARPS bisa mengukur kecepatan dengan presisi lebih baik dari 1 meter per detik (3,6 km/jam). Dalam pendeteksian ini, variasi kecepatan yang terdeteksi antara 2 dan 3 meter per detik atau setara dengan 9 km/jam. Dari 13 planet yang massanya dibawah 20 massa Bumi, 11 diantaranya ditemukan dengan HARPS.

Selain Gliese 581 c ada dua sistem lain yang memiliki massa kecil juga, yakni planet es yang mengitari OGLE-2005-BLG-390L, yang ditemukan dengan jaringan teleskop microlensing. Massa planet tersebut 5,5 massa Bumi. Namun planet tersebut orbitnya lebih jauh dari bintang induknya yang kecil dibanding jarak Gliese 581 c dengan bintangnya. Selain itu planet yang mengitari OGLE-2005-BLG-390L juga lebih dingin.

Planet lainnya memiliki massa minimum 5,89 massa Bumi (dengan kemungkinan massa benarnya 7,53 massa Bumi) dan periode orbitnya kurang dari 2 hari, hal ini menyebabkan si planet terlalu panas untuk masih memiliki air di permukaannya.

Penemuan Gliese 581 c memberi satu titik cerah dalam masalah pencarian planet-planet yg mirip Bumi didalam zona layak huni bintang. Tapi untuk tiba pada apakah ada kehidupan lain disana atau mungkinkah kita hidup disana masih ada banyak hal yang perlu dijawab.

 

sumber Press Release ESO



Share/Save/Bookmark

Tagged as: ,

ivie Astronom dan Sains komunikator yang aktif menulis di langitselatan. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet.
Email this author | All posts by ivie

«« Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi: Inconvenient Truth
Ibnu Al Shatir »»

36 Responses »

  1. Kebayang gak sih setahun di sana cepet banget?

  2. iya di… kebayang kok betapa cepetnya tahun berganti.. cepet tua donk yahhhhhhhhh.

  3. wah kan Bagus bisa ngerasain gimana punya umur ribuan tahun (ga mati2):) Oya yang gw baca di tempo (koran) planet ini ga berotasi cuma berevolusi, (1) apa ini benar? (2) lalu apa ini mungkin secara sains? (you know momentum sudut dan semacamnya) –> bisa beri penjelasan?
    Efek lanjut klo benar tidak berotasi adalah cuma ada siang di setengah bagian “bumi” itu, n cuma ada malam di bagian lainnya. Gimana ya pengaruhnya sama distribusi temperatur (yang 0-40 C) itu. (3) Kira kira berapa temperatur bagian siang dan temperatur bagian malam?
    Klo no(1) tidak benar, pertanyaan (2) dan (3) hilang:)

  4. Kalau setahun tetap 12 bulan, cepet gajian hahaha. Kalau lho ya… kalau… Mengutip judul publikasi di majalah Science: Habitable, but not much like home :)

    Tidak berotasi? Hmm, maksudnya mengalami tidal locking ya? Efek ini juga dialami oleh Bulan. Kala edarnya mengelilingi Bumi sama dengan kala rotasinya. Akibatnya kita melihat wajah bulan selalu sama.

    Ya, memang astronom “menguatirkan” planet yang mengorbiti bintang kelas katai merah ini adalah mengalami tidal locking selain masalah flare. Tampaknya bagian yang menghadap bintang (”bagian siang”) akan serasa bagai neraka, sebaliknya bagian yang membelakangi bintang (”bagian malam”) akan dingin membeku. Tapi, belakangan ada yang berpendapat transport panas di atmosfer planet yang bersangkutan bisa mencegah pembekuan di “bagian malam”.

  5. semakin banyak tanda - tanda kebesaran Allah muncul, tapi manusia masih saja tidak bosan mengerjakan maksiat.

  6. tau gak kalo planet qta udah semakin tua gmn klo pindah ke planetq aja venus!!!!! but emank perlu observassi continue dulu… slm knal DARI venus people

  7. buat tmn2 yg suka about tata surya or galaksi please add k http://www.ganis_intro@yahoo.co.id cz im need info about nebula n etc about venus!!!

  8. apakah kita semua bisa seperti burung yang dapatselalu terbang kesana kemari membuat sarang baru dari pohon ke pohon apakah kita akan selalu tetap berada dalam satu tempat yaitu bumi kita tercinta bisakah kita terbang ke planet lain hanya Dia yang tahu
    dan kita hanya bisa menyisakan pertanyaan yang mungkin tak bisa terjawab!

    I LOVE EARTH

  9. Mmmm… bagaimana ya?!? saya pikir2 dulu deh, hehehe ^^

    mengutip… “Habitable, but not much like home”… bnr juga ya.

    In the end it’s God’s secret…. kita harus mulai sadar [jgn pingsan melulu] utk berhenti ‘menghancurkan’ bumi…

    Salah satu alasan mengapa sy suka astronomi… ‘I feel grateful for all the things that 4JJI had created… so amazing to see them all. Ga bs berhenti berdecak kagum, apalagi klo lihat langit pas malam’.

  10. Sungguh luar biasa, otak manusia yang berat rata-ratanya hanya 0,5 kg, bisa melahirkan teori, mengaplikasikan pada teknologi hingga bisa mengobservasi langit. Anehnya manusia bisa mendeteksi keberadaan Galaksi sampai sejauh 13 miliar cahaya, menemukan kembaran bumi di jarak puluhan tahun cahaya, tetapi belum tuntas mengupas batas tata suryanya sendiri. Kasus pelengseran Pluto dari kriteria planet menunjukkan baru-baru ini sajamanusia mengetahui kalau Pluto banyak kawannya. Gimana penjelasan teknisnya ya?

  11. “astronomy is useful, it shows how large our mind but how small our body” - Henry Poincare

  12. mudjiono, teknologi berkembang. kalau dulu teknologi (kesensitifan detektor, resolusi, dll) belum mampu mendeteksi kawan-kawan Pluto, lha sekarang udah bisa.

  13. Sounds cool……..
    So, kalo bumi udah kelewat padat, kita bisa ngungsi ke sana dunkz…..
    Asalkan nyaman ditinggali… =p

  14. mending mati de..
    daripada tau masa depan trus suntuk sendri
    dalm observasi satu dimensi
    eh…ternyata
    bagi yang mo tobat
    masih banyak secreet enigma

  15. mang kenyataan ga c klo selain planet bumi layak d huni manusia,klo mang ada luar biasa……….aaaaaaaaaaaa………..tapi yg w heran kenapa sebagian manusia d pindah ke planet tersebut,klo mang bgitu kenapa negara maju ga ngerebutin planet tsb

  16. Maju terus para ilmuan! semoga planet tersebut dapat kita tinggali, oh ya saya mau tahu apakah planet tersebut juga berpenghuni seperti planet bumi ?. kalau ia cepat kiri beritanya ke alamat e-mail ku ya!!!!!!

  17. apakah planet tersebut ada penghuninya? wah kita ga tau tuh. masalahnya seperti yg disebutin.. kriteria kehidupan itu masih berkisar pd adanya air di planet tersebut sehingga memungkinkan tumbuhnya kehidupan jika kehidupan itu mengacu pd kehidupan seperti di Bumi. Seandainya kehidupan disono beda ma yg di Bumi, maka kita belum bisa memprediksikan ada tidaknya kehidupan disana karena kita belum menemukan buktinya.

  18. deket2 nia ada penelitian di boscha gak yah?

  19. maksutnya gimana? Di Bosscha selalu ada penelitian di berbagai bidang.

  20. >> rad: observasi exoplanet (khususnya ketika si planet lewat di depan bintang yang diedarinya) dilakukan di bosscha (maret-agustus tahun lalu). penelitian teoretik (menggunakan model numerik) juga ada.

  21. [...] Semenjak itu berbagai sistem telah ditemukan. Bahkan diketahui memang ada planet yang tergolong planet pendukung kehidupan di sistem bintang Gliese [...]

  22. HeranPa… Gw juga hebat mgkhayal. Smua hl yg luar biasa, smua hl yg ga prnah hbis dipikirin, smua hl yg ga mgkin dibumi, sampe hl-hl yg katax ada didimensi lain (spt: alam ghaib); gw jamin, gw ga bakal ga mgkhayalix. :) :(
    Dgn artikel ini aja, Valentine’s Day bisa dilupain, tapi heranx, sdikit org-org besar dunia kita mmperhatikan. Perang, kemiskinan, pngangguran, kebodohan, kecelakaan, kelautan, bncana alam, bahkan brmacam-macam kkurangan (yg trjadi) dibumi masih banyak yg tak tratasi walopun (super) sdang diprhatikan, ntahlah. :( :)
    Yg mgkin bisa lbih seru, tiba-tiba planet kita diserang oleh makhluk-makhluk dari bbrapa planet yg brlainan; gw jamin, gw yg mati duluan (bunuh diri). :) :(
    ßtw, (1)kyakx nih, enak ga sih, jadi astrolog? (2)kyakx, smua TV musti ada & dibanyakin, ttg special-program-for-us, iya ga? (3)kyakx gy, pasti dh ada yg tau banyak dan mo nolongin gw ttg hl-hl yg mnakjubkan ini, please… imel’in gw dong (ke cowoclassic_d@yahoo.com)? (4)kyakx surga tuh ga seru spt dibumi, btul ga? :P :)
    And “ivie” thanks a lot to you. Klo smpat ktemuan, gw janji sampe nyium jidatmu (klo boleh sih). Thanx skali lagi, n I’M SORRY. :)

  23. Apa benar hal itu ada?

  24. yup semua yg diceritakan di atas memang ada.

  25. semua yang terpampang diatas itu berguna banget buat aku,so, aku jadi lebih pintar dari yang belum tahu( narses)

  26. berguna banget artikel diatas!

  27. maap. saya orang awam dibidang ini. tapi tertarik akan hal2 sperti ini

    mau tanya, tapi mungkin akan terdengar bodoh.

    apa sih yg dimaksud “jarak tahun cahaya”?

    dari dulu ga pernah ngerti…

    moho dijelaskan dgn simple n mudah dimengerti org2 awam (like me).

    jgn yg terlalu ilmiah, dgn byknya istilah2 yg bikin ….@*&%$#@!

    terima kasih sebelumnya….

  28. Tahun cahaya merupakan satuan jarak yang digunakan untuk mengukur jarak. Cahaya bergerak 300.000 km per detik maka detik cahaya (light second) setara dengan jarak 300.000 km. Nah, tahun cahaya adalah jarak yang dapat ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun ketika melewati ruang hampa udara.

    Maka satu tahun cahaya setara dengan 9.467.280.000.000 km.

    lengkapnya baca tulisan gue disini aja Apa Itu Tahun Cahaya

  29. oh, i see

    thanks bgt……

    sbenarnya udah seikit tau, tapi agak2 bingung. krn saat itu yg dibaca make istilah yg ga ngerti.

    ternyata 1 detiknya cahaya itu menempuh jarak 300ribu km

    ok, selanjutnya aku paham.

    sekali lagi, THANKS BERAT…

  30. Mbak Ivie… metode kecepatan radial bukannya dengan mengukur perpindahan bintang menjauh atau mendekat dari Bumi melalui pengamatan gelombang cahayanya….? Koq ditulis mengukur perubahan kecepatan gaya gravitasi dari exoplanet…..?
    BTW, seru juga niy kalo bisa appointment ama mbak Ivie…? Tapi mengganggu kerjaan di Bosscha yah…?
    Oya… satu hal yg pengen gw tanya ama mbak Ivie yg mempelajari terbentuknya Tata Surya kita. Mengapa rotasi planet Venus berlawanan dengan arah rotasi planet lainnya…? Dan mengapa juga periode rotasi bulan sama persis dengan revolusinya…? Begitu juga dengan planet Uranus yang rotasinya aneh….sumbu rotasinya malah mengarah ke matahari…? Apakah teori nebula, planetoida atau yg terbaru saat ini sudah bisa menjlaskannya secara memuaskan…?
    Trims banget yah….

  31. Ups maaf baru nyadar ada yang tertinggal buat ditulis.

    harusnya mendeteksi perubahan kecepatan bintang induknya yang diakibatkan perubahan arah gaya gravitasi exoplanet (yg tak terlihat) saat mengorbit bintang induknya.

    thank you dah diingetin. [ertanyaan lain jawabannya menyusul yah.

    Btw.. kalau mau ketemuan sih gabung aja ma forum langit selatan hehehe. Selain itu saya tidak bekerja di Observatorium Bosscha.

  32. Wekz… apakah ad planet yg ad kehidupannya sperti bumi ya?// aq mragukannya soalnya d dalam alquran tdk disebutkan adnya planet yg dpt dihuni selain BUMI yg kt tinggali!!!!!

  33. Hwiiih Keyen bgud …
    ckckckc, maju truz ilmuwan.,

    Oia tu bsa loh dimanfaatin jd tourism,,sekarang waktuna ilmuwan indonesia manfaatin,buwat alat transportasi tu kesana ma sekalian juga pasang investasi disana .,
    hwaghawagg

    Skalian jg,bsok lok bumi kita semakin parah, bsa tu jd tempt rujukan, rumah kedua
    tp ga’ harap dink ., cinta bumi kita ……

  34. iya memang bumi makin tua . and lihat aja pulau di indonesia hampir tenggelam oleh laut.

  35. Oh ya….?

  36. wah…

    ne penemuan yg hebat banget,, sy suka dengan astronomi cz sy pengen tahu ttg khidupan d luar bumi…

    sy percaya dsana ad khidupan,, moga2 aj semua pnduduk bumi hijrah k planet luar..
    heheheheh..

Leave a Reply