Matahari, Sebuah Ungkapan Keyakinan dan Faktual Sejarah

By nggieng • Apr 21st, 2007 at 12:41 pm • Category: Matahari, Tata Surya

Sleeping Sun
The sun is sleeping quietly
Once upon a century
Wistful oceans calm and red
Ardent caresses laid to rest
Nightwish - Oceanborn (1998
)

Sepertinya matahari yang tenang, damai, dan tertidur .. apakah matahari memang damai? Apakah matahari? Ada yang tahu matahari? Mari kita tengok pelajaran sejarah sejenak, untuk mengenal matahari kita.

Tidak bisa dipungkiri pemujaan pada matahari merupakan bentuk yang paling awal dan natural ungkapan iman. Untuk manusia pada masa lalu, merupakan maha entitas, karena cahayanya, energi-nya, maka diyakini lah bahwa ada kehidupan, ada pergerakan, ada bentuk, dan selalu ada dimana-mana. Identifikasi matahari sebagai “sang maha” bisa ditemui pada bentuk-bentuk pemujaan dewa-dewa, seperti Mithra oleh bangsa Persia kuno; Horus, Amun, Atum, Aten, Khepri, Ra, Ptah oleh bangsa Mesir kuno, Apollo, Helios, Hyperion oleh bangsa Yunani kuno; Amaterasu oleh bangsa Jepang; Inti, Manco Capac I, Punchau bangsa Inca dan lain sebagai-nya. Baiklah, ini bukan pembahasan keyakinan berketuhanan matahari, tetapi yang harus digaris bawahi adalah, konsepsi “dinamika” matahari telah dipahami manusia dari jaman ke jaman, tentu saja dengan semantika-nya sendiri.

Sejarah kemanusian dan iman berkembang, walaupun pemujaan pada matahari tidaklah menjadi sentral keyakinan peradaban manusia, matahari tetaplah matahari, yang memberikan pengaruh pada peradaban dan kehidupan manusia di muka bumi. Kita tidak akan membahas tentang “berketuhanan matahari” lagi, tapi kita masih dalam jalur sejarah, kita masuki abad pertengahan. Pastinya semua sering mendengar adanya jaman es, disuatu masa jauh sebelum perdaban manusia? Tapi apakah ada yang mendengar adanya jaman es kecil? Disuatu masa di abad pertengahan, terjadilah yang disebut sebagai jaman es kecil ini. Mengapa bisa demikian? Tidak ada dokumentasi sejarah mencatat dengan tepat tentang fenomena ini, tetapi banyak catatan-catatan sejarah yang bisa digunakan untuk menunjukkan bahwa memang terjadi “pendinginan” bumi pada masa tersebut. Bisa dikatakan bahwa awal terjadinya masa musim dingin ini mengalami rentang 400 tahun, dari 1250 ketika gunungan es atlantik mulai berkembang, 1300 ketika musim panas mulai tidak bisa diharapkan terjadi di eropa utara, 1315 ketika terjadi hujan terus-menerus dan kelaparan hebat, 1550 secara teoritis dinyatakan adanya ekspansi glacial global, dan 1650 ketika klimatik minimum yang pertama terjadi. Ilmuwan masih belum bisa memberikan penjelasan yang memuaskan, mengapa terjadi “jaman es kecil ini”, tetapi ada satu kandidat kuat penyebab terjadinya fenomena. Pada periode 1645-1715, aktivitas matahari sangat-sangatlah rendah. Aktivitas matahari ditandai dengan teramatinya bintik matahari (Bintik matahari adalah suatu daerah di permukaan matahari yang relatif lebih “dingin” dari sekitarnya; 5000 K, dibandingkan lingkungannya yang 6000 K; dan menjadikan daerah tersebut lebih gelap dari sekitarnya, membentuk noda-noda hitam pada permukaan matahari). Bahkan ada beberapa tahun, dimana bintik matahari tidak teramati sama sekali. Periode ini dikenal dengan nama Maunder Minimum.

Meskipun pemahaman akan hubungan aktivitas matahari dan iklim global dibumi masih menjadi kajian yang terus menerus digali, tetapi memang ada korelasi yang cukup kuat aktivitas matahari memberikan pengaruh pada iklim global. Kita akan melihatnya. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia, semakin kita mencoba mengenali dan memahami matahari, dan fenomenanya.

Share/Save/Bookmark
Share/Save/Bookmark



Tagged as: , ,

nggieng Mahasiswa magister astronomi ITB yang semenjak S1, sudah terlibat dalam berbagai kegiatan jurnalistik dan penulisan buku ilmiah popular. Kendati mengambil pendidikan di Astronomi ITB, tetapi tidak menghentikan minat untuk terlibat dalam dunia jurnalistik. Pengalaman jurnalistik semenjak di kampus a.l., Pemred Majalah KMK ITB "Lentera", Redaksi Pelaksana Majalah Astronomi "Asteroid", terlibat dalam penerbitan buku "Perjalanan Mengenal Astronomi", sampai dengan penerbitan Internasional, dan sekarang terlibat aktif sebagai reporter & fotografer di Komunitas Astronomi langitselatan.
Email this author | All posts by nggieng

«« Bagaimana membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari, dan bukan sebaliknya?
Irama Matahari »»

7 Responses »

  1. karena bumi itu berputas mengelilingi matahari dan bemulah yg sangat berperan

  2. [...] Matahari, Sebuah Ungkapan Keyakinan dan Faktual Sejarah Sleeping Sun The sun is sleeping quietly Once upon a century Wistful oceans calm and red Ardent… [...]

  3. Mas nggieng, memang bagaimana ceritanya ketiadaan bintik matahari antara tahun 1645-1715 dapat menyebabkan zaman es kecil?

    Mohon pencerahan :)

  4. kan setelah pengamatan menggunakan teleskop oleh Galileo, maka mulai dilakukan pengamatan bintik matahari oleh orang-orang sesudahnya. dan dari catatan mereka, pada periode tersebut memang tidak tercatat adanya bintik matahari. dari catatan meteorologi pada masa itu jg memang diketahui ada musim dingin yang berkepanjangan. baru sesudah abad ke-20 lah yang mulai meliat keterkaitan bintik matahari dengan iklim di bumi, dan masa tersebut dikenal sebagai Maunder minimum.

  5. Bukan begitu mas. Maksud saya, kira2 seperti apakah proses yang terjadi? Bagaimana bisa ketiadaan bintik matahari dapat membuat dampak fisis yang besar secara langsung terhadap iklim bumi? Kalau ilmuwan hanya melihat kecocokan periode, berarti ilmuwan baru menyadari kemungkinan adanya hubungan antara keduanya kan mas? Bukan berarti bahwa ilmuwan mendapatkan proses fisisnya..

    Mohon pencerahan :)

  6. hooo prosesnya toh? gini, matahari kan selalu menyinari bumi dengan radiasi, dari gelombang radio sampe sinar-x, nah, tingkat tingginya energi itu ditandai dengan munculnya si jerawat matahari itu. kalo pas matahari lg ‘aktif’, yaitu pas berjerawat, maka bumi akan disirami oleh energi tingkat tinggi, biasanya tanda yg paling jelas itu keliatan di sub-tropis, sebagai aurora. nah pas lg gada jerawat, maka suasana lg tenang, dan bumi gak terlalu disirami oleh energi2 tinggi. ternyata, dampak siraman energi itu terasa juga di bumi, sbg yg teramati pada perubahan iklim. tetapi ini bukan berarti berhubungan dengan pemanasan global yah, itu cerita lain. iklim yang alamiah itu dipengaruhi juga oleh aktivitas matahari tadi, tandanya ya jerawat di mtahari. semoga menjawab.

  7. Hmm, begitu toh mas..
    Jadi singkat kata, bintik matahari menandakan keaktifan matahari ya?

    Tapi saya agak gak ngerti, sebetulnya proses terbentuknya bintik hitam itu sendiri seperti apa ya mas? Kenapa bintik hitam muncul ketika matahari menjadi aktif? Bukannya bintik hitam itu adalah wilayah dimana suhu permukaannya lebih rendah dari sekitarnya? Kok bisa matahari semakin aktif membuat suatu wilayah yang lebih dingin makin bertambah? Bukannya biasanya matahari membuat flare2 atau prominensa yang “meledak2″ jika aktif?

    Terus kenapa juga ya mas warnanya hitam?

    Nuhun :)

Leave a Reply